Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Nusantara

PILKADA JAKARTA

AHY: Bom Waktu Tidak Boleh Dibiarkan

SENIN, 31 OKTOBER 2016 | 05:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin agar Ibukota menjadi kota yang romantis dan penuh nostalgia dengan membuatnya lebih aman dan nyaman.

"Alangkah bersyukur dan bangganya Indonesia jika di masa depan Jakarta menjadi kota yang bersih dan tertib, dan menjadi kota yang maju secara finansial, serta menjadi kota yang romantis dan penuh nostalgia," kata AHY dalam pidato politik pertama di Jakarta, Minggu (3010).

Disamping banyak kemajuan dan pencapaian, menurut AHY, tidak sedikit keadaan dan hal-hal yang belum baik serta masalah yang tidak diselesaikan sebagaimana mestinya.


Putra sulung Presiden keenam RI, Susilo Harimurti Yudhoyono ini mencontohkan masalah yang ada di Ibukota, antara lain sulitnya mendapatkan pekerjaan, turunnya daya beli masyarakat, belum tercapainya kesejahteraan rakyat terutama bidang pendidikan dan kesehatan, serta belum adanya perasaan aman oleh masyarakat.

"Kita hadir di sini untuk menuju perubahan yang lebih baik. Tidak sedikit keadaan dan hal-hal yang tidak baik. Tidak sedikit pula masalah yang belum diselesaikan. Bahkan saya melihat banyak bom waktu yang kalau dibiarkan akan berbahaya. Kalau dibiarkan akan berbahaya bagi kehidupan masyarakat Jakarta. Oleh karena itu keadaan yang belum baik itu, bahkan bom-bom waktu itu tidak boleh kita biarkan, harus diatasi dan dicari jalan keluarnya," sebut AHY.

Jika penduduk Jakarta mau bekerja keras, dan dipimpin oleh pemimpin yangg visioner, ujar AHY seperti dilansir dari Antara, Jakarta yang maju, modern dan ramah lingkungan akan dapat diwujudkan.

AHY berharap Jakarta di masa depan memiliki ekonomi yang kuat, infrastruktur maju, nilai demokrasi yang dihormati, perlindungan pada hak-hak asasi manusia serta menjunjung identitas, seni budaya dan akar tradisinya.

Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti tiga kandidat pasangan calon. Yaitu, nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, serta nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya