Berita

Foto: Koreatimes

Dunia

Partai Penguasa Desak Presiden Masukkan Oposisi Dalam Kabinet

MINGGU, 30 OKTOBER 2016 | 20:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai berkuasa Korea Utara, Partai Saenuri memerintahkan Presiden Park Geun-hye untuk segera merombak kabinet dan memasukan lawan politik di kerangka kabinet yang baru. Perintah ini merupakan bagian dari upaya Partai Saenuri untuk menyelamatkan kepemimpinan Park yang tengah berada diambang kejatuhan pasca skandal pengaruh pengambilan kebijakan presiden mengemuka ke publik.

"Partai kami akan proaktif dan antusias ketika ada yang mau berbicara tentang skandal kasus tersebut. Partai oposisi juga harus menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menangani kasus ini, bukan hanya mengaduk kontroversi," ujar jurubicara Partai Saenuri, Kim Sung-won sebagaimana dikutip Koreatimes, Minggu (30/10).

Lebih lanjut, Kim Sung-won juga meminta agar partai-partai oposisi bisa bersatu untuk menyelesaikan masalah anggaran belanja negara untuk tahun depan. Hal ini mengingat pembahasannya akan ditutup satu bulan lagi dalam sidang paripurna parlemen.


Adapun skanda yang menjerat Presiden Park adalah adanya dugaan pengaruh pihak luar, dalam hal ini kerabatnya Choi Soon-sil, dalam setiap pengambilan kebijakan.

Choi Soon-sil diduga terlibat dalam banyak pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh Park Geun-hye. Keterlibatan itu bahkan diduga telah sampai pada campur tangan Choi Soon-sil ke level perancangan pidato-pidato kepresidenan.

Atas pengaruhnya itu, Choi diduga memanfaatkan informasi yang didapat dari sang presiden dan membocorkannya ke pihak tertentu demi uang. Termasuk juga mempengaruhi kebijakan presiden yang dipesan pihak asing melalui dirinya. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya