Berita

Foto: OhMyTV

Dunia

Korea Selatan Bergolak, Presiden Park Geun Hye Diminta Mundur

SABTU, 29 OKTOBER 2016 | 21:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seoul, ibukota Korea Selatan, dan beberapa kota lain di negeri ginseng itu memanas. Demonstrasi besar-besaran terjadi sepanjang hari ini (Sabtu, 29/10).

Demonstran yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa mendesak Presiden Park Geun Hye mengundurkan diri dan meninggalkan Cheong Wa Dae alias Gedung Biru.

Di tengah suhu dingin yang meliputi Semenanjung Korea, demonstran  berkumpul di pusat Seoul, hanya beberapa kilometer dari Blue House, meneriakan yel-yel "Park Geun Hye Turun" dan "Impeachment". 


Polisi mengerahkan ribuan polisi anti huru-hara untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

Kemarahan ini dialamatkan kepada Presiden Park yang dinilai ceroboh melibatkan teman lamanya sejak empat dekade lalu, Choi Soon-sil, dalam berbagai urusan kenegaraan. Padahal Choi tidak memiliki jabatan apapun dalam pemerintahan.

Choi dicurigai mengambil keuntungan dari akses yang dimilikinya itu.

Hari Kamis lalu, Kejaksaan Agung memeriksa Kantor Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata di Sejong dan menyita sejumlah dokumen.

Sementara Sabtu siang, penyidik Kejaksaan Agung ditolak memasuki areal kantor Presiden Park, Blue House, karena alasan keamanan.

Sejumlah pejabat lain yang dijadikan target dari penyidikan ini adalah Sekretaris Senior Presiden untuk Kordinasi Kebijakan, Ahn Jong-beom,  Sekretaris Pribadi Presiden, Jeong Ho-seong, Deputi Menteri Kebudayaan Kim Jong,  dan mantan penulis pidato Presiden, Cho In-geun, serta seorang administrator Kim Han-soo.

Menurut Korea Times, tim Kejaksaan Agung sempat berkordinasi dengan pihak Blue House dan meminta sejumlah dokumen yang kira-kira mereka butuhkan dalam penyidikan.

"Kami tidak dapat menyebutkan detil dari pemeriksaan ini. Pemeriksaan akan dilanjutkan besok dan masih ada beberapa dokumen yang perlu dikumpulkan dalam rangka penyidikan," ujar seorang penyidik seperti dikutip dari Korea Times.

Hari Jumat kemarin (28/10), Presiden Park meminta 10 pejabat pemerintahan mengundurkan diri terkait skandal ini.

Kepala Staf Kepresidenan, Lee Won-jong, disebutkan telah menyampaikan surat pengunduran diri yang diminta Presiden Park hari Rabu sebelumnya, hanya sehari setelah Presiden Park meminta maaf kepada publik karena terjadi kebocoran informasi penting kepada Choi.

Choi yang kini berusia 60 tahun kerap disebut sebagai presiden bayangan. Skandal ini membuat popularitas Presiden Park terjun bebas ke titik terendah sejak dia dilantik menjadi pemimpin Korsel pada 2013 lalu.

Park akan mengakhiri masa jabatannya tahun depan. Sistem politik Korsel membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode.

Sementara itu disebutkan, Choi kini berada di Jerman dan telah menunjuk pengacara untuk mewakili dirinya. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya