Gelombang dukungan terhadap petahana calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purmama alias Ahok kembali muncul. Kali ini datang dari kalangan perempuan yang menamakan diri Gerakan Aksi Srikandi Coblos Ahok (Gadis Ahok).
Gadis Ahok yang digagas dari sembilan perempuan cantik ini mendeklarasikan diri sebagai pendukung Ahok dalam Pilkada 2017 mendatang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10).
Penanggung Jawab Gadis Ahok, Miryam S. Haryani menjelaskan, Gadis Ahok dibentuk untuk menjaring pemilih perempuan di Jakarta.
Menurut Miriam peran perempuan dalam Pilkada DKI, tak bisa dipandang sebelah mata, apalagi jumlah pemilih perempuan di DKI Jakarta mencapai lebih dari 3 juta suara.
"Dari hasil Survei kita, menyebutkan peran perempuan dalam menentukan pilihan terhadap pasangan Calon Gubernur DKI di Pilkada sangat besar, sehingga hal ini penting untuk kita kawal dan berikan perhatian khusus," ujar Miriam saat ditemui di sela deklarasi.
Miriam menambahkan Gadis Ahok memiliki sejumlah program dan strategi untuk mengawal pemilih perempuan guna memperbesar kemenangan pasangan Ahok-Djarot. Diantaranya adalah program berbagi aksi menebar bukti kesuksesan petahana dalam memimpin DKI Jakarta, melakukan blusukan ke seluruh wilayah DKI Jakarta untuk membantu warga yang kurang mampu sekaligus mensosialisasikan serta mengkampanyekan Ahok-Djarot.
Tak kalah penting, sambung Miriam, Gadis Ahok bakal menggunakan media sosial sebagai sarana dalam mengkampanyekan program-program yang diusung pasangan Ahok-Djarot lima tahun kedepan dalam memimpin Jakarta.
Lebih lanjut, Miriam menjelaskan Gadis Ahok memiliki target menggalang 50 suara perempuan di tiap Tempat pemilihan Suara (TPS). Jika merujuk jumlah TPS pada Pilkada DKI 2012, setidaknya, kata Miriam, Gadis Ahok bakal menumbang minimal 750 ribu suara untuk pasangan Ahok-Djarot.
"Dari sembilan perempuan ini, kita akan menyebar dan blusukan ke sejumlah wilayah yang suara untuk pak Ahok kurang, dan kita memfokuskan sosialisasi kepada perempuan berumur 17 hingga 35 tahun," ujar Miriam.
Sejurus dengan Miriam, Ketua Gadis Ahok, Astrid Gurning mengatakan bentuk sosialisasi yang akan dilakukan timnya mengedepankan antimainstream, bersifat kreatif dan anti SARA. Hal ini, papar Astrid untuk membangun kampanye yang berkualitas dan penuh dengan gagasan yang inovatif.
"Kita menyadari bahwa kontestasi di Pilkada dki Jakarta tidaklah mudah, maka dari itu Gadis Ahok mengajak kepada seluruh kaum perempuan untuk bergabung dalam gerakan ini," tutup Astrid.
[zul]