Berita

Bisnis

Masalah Migas Tak Kunjung Selesai Karena UU Terlalu Liberal

SABTU, 29 OKTOBER 2016 | 16:57 WIB | LAPORAN:

Mantan Satgas Antimafia Migas, Fahmi Radhi menduga semua masalah di sektor minyak dan gas timbul dari Undang-Undang 22/2001 tentang Minyak dan Gas.

"Jadi semua masalah yang timbul, apakah di eksplorasi, apakah di cadangan yang rendah, kemudian masalah-masalah lainnya, saya kira ini semua terjadi karena UU Migas nomor 22 tahun 2001 itu yang menjadi biang keladi menurut saya," ujarnya dalam diskusi "Menanti Revisi UU Migas" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10).

Sebab, UU tersebut sangat liberal. Diantaranya adalah menempatkan Migas sebagai komoditi pasar.


"Ini jelas bertentangan dengan pasal 33 UUD 45 yang mestinya dikelola oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tegasnya.

Menurut dia, UU Migas menempatkan Pertamina sebagai salah satu unit usaha yang sama dengan perusahaan asing yang lain.

"Sehingga dia harus bersaing dalam setiap perebutan. Pertamina selalu kalah," sesalnya.

Karenanya, aturan yang merugikan semacam itu harus diubah. Terlebih saat ini Pertamina sudah sangat mampu mengelola sektor minyak dan gas di Indonesia.

"Kalau UU ini tidak segera dirubah, maka segala persoalan yang ada di industri Migas ini tidak akan pernah terselesaikan disini," tutupnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya