Berita

Politik

Kelompok Cipayung Plus Komitmen Merajut kembali Kebhinekaan

SABTU, 29 OKTOBER 2016 | 05:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Memperingati 88 tahun Hari Sumpah Pemuda, kelompok Mahasiswa Cipayung Plus meneguhkan komitmen untuk Merawat kebhinekaan Indonesia.

Komitmen tersebut terungkap dalam Diskusi yang digelar kelompok Cipayung plus dengan Tema; Sumpah Pemuda Merajut Kebhinekaan, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (28/10)

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM),Taufan Kerompot, mengatakan bahwa komitmen pemuda saat itu hendaknya direfleksikan bagi kondisi Indonesia hari ini. Kalau dahulu Pemuda Bersatu, karena atas dasar senasib sepenanggungan sebagai orang terjajah. Pemuda saat ini, harus bisa memikirkan apa yang menjadi kebutuhan bersama bangsa ini.


Namun bagaimanapun, katanya, komitmen kebangsaan harus tetap menjadi sesuatu yg hidup dalam bumi Indonesia. Sementara itu, Perwakilan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mengatakan bahwa komitmen keindonesiaan kita, tidak bisa diterjemahkan dengan sekelompok golongan harus lebih berkuasa dari yang lain. Bangsa ini Di bangun untuk semua tanpa pandang suku, agama, dan lainnya.

Ketua PP PMKRI, Angelo Wake Kako, mengutarakan bahwa tema persatuan pemuda Indonesia 88 tahun lalu, hendaknya menjadi spirit bahwa adanya kesadaran bahwa masing-masing manusia Indonesia memiliki perbedaan. Kesadaran itu harus tetap dipertahankan sampai kapanpun, melalui Sikap saling menghormati satu sama lain.

Angelo juga menambahkan bahwa tantangan pemuda hari ini, adalah bagaimana membangun persatuan dalam ke rangka meraih kejayaan bangsa di tengah bangsa2 lain. Kejayaan itu bisa diraih, apabila kita Udah tuntas menerima satu sama lain, dalam kerangka persatuan Indonesia.

Tapi kalau kita masih terjebak dengan sailing curiga diantara sesama anak bangsa, hanya Karena perbedaan, akan sangat susah kita meraih kejayaan masa depan," jelasnya. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya