Berita

Net

Hidayat: Bukan Masalah Pilkada Tetapi Soal Penegakan Hukum

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 19:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Puluhan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi yang dipimpin Habieb Rizieq Shihab menemui Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Ruang GBHN, Komplek Gedung Nusantara V, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Habieb Rizieq mengatakan gerakan yang dilakukan selama ini adalah untuk menegakkan hukum

"Gerakan ini dibuat untuk mengawal fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) dalam rangka menegakkan hukum di Indonesia," ujarnya, Jumat (28/10).

Selama ini, dikatakan Habieb Rizieq bahwa dirinya telah melakukan langkah-langkah konstitusional seperti melakukan pelaporan-pelaporan, menghadirkan saksi-saksi, advokasi, dan mengadakan pertemuan dengan Kapolri, mengadakan pertemuan dengan DPR. Terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Untuk itu, massa yang dipimpinnya datang ke MPR bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi namun juga meminta petunjuk konstitusional.

Menurut Habieb Rizieq, selama ini penistaan agama yang dilakukan Ahok telah melukai umat Islam. Dalam kasus Ahok diakui ada prosedur-prosedur tertutup di mana banyak kejanggalan hukum. Untuk itu, massa Islam yang dipimpinnya tidak ingin menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum.

"Gerakan ini tidak ada hubungannya dengan pilkada," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Hidayat Nur Wahid membenarkan apa yang dikatakan Habieb Rizieq bahwa hal tersebut bukan masalah antara Islam dan non Islam. Sebab di daerah lain ada kepala daerah yang non muslim namun tidak ada masalah.

"Ya karena ia tidak membuat masalah," ujarnya.

Hidayat memberi contoh Provinsi Kalimantan Tengah yang dua periode dipimpin oleh gubernur non muslim tapi tidak ada masalah.

Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara hukum maka harus menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Kita harus menjadikan Indonesia negeri yang adil dan aman," paparnya.

Hidayat pun membenarkan bahwa perjuangan umat Islam dalam kasus penistaan agama oleh Ahok tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakata 2017.

"Ini soal penegakan hukum," tegasnya. [wah]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya