Berita

Irman Gusman/Net

Hukum

Penasihat Hukum Sebut KPK Abaikan Hak Irman Gusman

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 18:03 WIB | LAPORAN:

Penasihat hukum mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, Maqdir Ismail‎ menilai selama proses pemeriksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengabaikan hak-hak kliennya. Salah satunya saat Irman meminta izin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Maqdir menjelaskan, pada 11 Oktober 2016, Irman mendatangi KPK untuk meminta izin memeriksa kesehatan. Namun, saat tiba di KPK, Irman bukannya diperiksa kesehatan melainkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Irman yang didiagnosa mengalami sakit pada jantung langsung menolak diperiksa.

"Ini saya kira yang bermasalah. Dia tidak mau diperiksa sebab waktu dia diminta datang itu bukan untuk pemeriksaan tapi untuk mengecek kesehatan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (28/10).


"Hak-hak tersangka itu harus diberikan. Kecuali kalau dia memang tidak mau bicara, itu lain ceritanya," sambung Maqdir.

Maqdir menilai, kliennya belum diperiksa secara layak oleh KPK. Apalagi di tengah proses hukum yang sedang berjalan, KPK justru melimpahkan berkas perkara Irman ke pengadilan. Hal itu juga yang menjadi pertanyaan mendasar bahwa ketika seseorang tersangka belum diperiksa secara layak apakah berkas yang akan diajukan sudah dianggap sempurna dan kemudian disusun sebagai dakwaan.

"Memang kita setuju proses pengadilan itu harus dilakukan dengan cepat dan biaya murah. Tapi jangan lupa hak tersangka itu dilindungi Undang-Undang Dasar. Kita ini negara hukum, itu yang dilanggar oleh KPK," tegasnya.

Diketahui, KPK telah melimpahkan berkas perkara dalam kasus dugaan suap penambahan rekomendasi kuota distribusi gula impor untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2016 yang menyeret Irman Gusman sebagai tersangka. ‎Bersamaan dengan itu, dalam tahap dua ini, penyidik juga melimpahkan barang bukti beserta tiga tersangka kasus tersebut. Selanjutnya, penyidik memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan.

KPK menetapkan Xaveriandy Sutanto dan Memi sebagai tersangka kasus dugaan suap rekomendasi penambahan kuota distribusi gula impor wilayah Sumatera Barat tahun 2016 yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya.

Penetapan tersangka pasangan suami istri tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas KPK di rumah dinas ketua DPD di Komplek Widya Chandra, Jakarta pada 17 September. Dalam OTT itu, Xaveriandy dan Memi diamankan oleh tim satgas bersama dengan barang bukti uang Rp 100 juta yang diduga suap untuk Irman.

Irman diduga menerima suap Rp 100 juta dari Xaveriandy dan Memi sebagai hadiah atas rekomendasi penambahan kuota distribusi gula impor untuk CV Semesta Berjaya tersebut. Selaku penerima suap Irman dengan Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) dan atau Pasal 11 Undang-Undang 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau Pasal 5 ayat 1 huruf (b) atau Pasal 13 UU Tipikor junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya