Berita

Darmansjah Djumala/net

Hukum

Jokowi Serahkan Paket Hadiah Dari Perusahaan Rusia Ke KPK

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 13:59 WIB | LAPORAN:

Setelah gitar bas dari bassist band Metallica, kini seperangkat penyaji teh (tea set) dan lukisan dari perusahaan minyak asal Rusia juga bakal dipajang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Hari ini, Jokowi melalui Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Darmansjah Djumala, melaporkan penerimaan barang yang diberikan Rosneft Oil Company melalui pihak Pertamina. Diduga barang tersebut berbau gratifikasi. Presiden Joko Widodo memang pernah melakukan pertemuan dengan CEO Rosneft, Igor Sechin, di Hotel Radisson Blu, Sochi, Rusia, pada 20 Mei lalu.

Darmansjah menjelaskan, kedatangannya ke kantor KPK merupakan intruksi dari Presiden untuk menyerahkan paket pemberian dari sebuah perusahaan minyak Rusia yang diterima beberapa waktu lalu melalui pihak ketiga yakni PT Pertamina.


Diungkapkan Darmansjah, paket itu berisi tiga macam benda yang diberikan dalam waktu yang tidak bersamaan. Satu paket berisi lukisan, kemudian paket lainnya berisi tea set, dan terakhir berupa plakat.

"Bapak presiden menginstruksikan kepada saya melaporkan gift (pemberian) ini kepada Ketua KPK langsung, kepada Pak Agus, dan sudah saya serahkan tadi. Tiga (pemberian) inilah yang kami laporkan," ujar Darmansjah saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (28/10).

Darmansjah mengaku tidak mengetahui mengapa Pertamina menerima barang-barang tersebut dari perusahaan Rusia itu. Menurutnya, Presiden hanya ingin langsung melaporkan pemberian tersebut ke KPK dalam rangka mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU 32/2002 tentang KPK.

"KPK tentu akan melanjutkan memproses lebih lanjut sesuai dengan standar yang berlaku," ucap Darmansjah.

Diketahui bahwa bukan kali ini saja Presiden Jokowi mendapat pemberian barang yang diduga gratifikasi. Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengumumkan bahwa dirinya mendapat kenang-kenangan berupa gitar bas dari personil Metallica pada 3 Mei 2013.

Gitar bas merek Ibanez itu akhirnya resmi disita oleh KPK sebab KPK menilai pemberian gitar tersebut mengandung unsur gratifikasi. Kala itu band metal asal Amerika Serikat itu memang ingin mengadakan konser di Jakarta. KPK menduga ada kepentingan promotor konser untuk memuluskan perizinan konser Metallica yang dilaksanakan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya