Berita

SBY

Hukum

Kontras: Yang Bertanggung Jawab Presiden Saat Ini, Bukan SBY

KAMIS, 27 OKTOBER 2016 | 05:39 WIB

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dipertanyakan pasca menanggapi pernyataan resmi Presiden SBY terkait dokumen Tim Pencari Fakta kasus kematian aktivis HAM Munir Said Thalib.

Pasalnya, LSM yang dipimpin Haris Azhar itu memuji mantan Presiden dan sebaliknya mengkritik Presiden Joko Widodo  karena dinilai tidak reaktif terhadap penanganan kasus kematian Munir.

"Dalam kasus Munir, yang merasa atau melihat saya atau @KontraS memuji SBY dan kritik Jokowi, mungkin anda yang terlalu Jokower," kicaunya lewat akun Twitter @haris_azhar Rabu malam.


Karena itu dia meminta para pihak yang mengkritiknya tersebut untuk mengecek catatan kritis yang disampaikan Kontras kepada SBY saat berkuasa.

"Dalam kasus Munir, yang merasa atau melihat saya atau @KontraS memuji SBY dan kritik Jokowi; ingat hari ini Presidennya Jokowi. bkn SBY," tegasnya.

Dia menyatakan demikian karena penuntasan kasus tersebut menjadi tanggung jawab negara. "Siapa Presidennya? dia-lah yg bertg jawab," demikian Haris Azhar.

Sebelumnya, Haris menjelaskan Kontras secara organisasi berterima kasih kepada pemerintahan SBY dan Tim Kabinetnya yang sudah menjelaskan secara kronologi proses penanganan, capaian dan kerja kerasnya untuk mengungkap kasus kematian Munir pada Selasa siang (25/10).

Dia berharap pernyataan SBY yang menyiratkan kasus Munir belum sepenuhnya tuntas bisa menjadi cambuk bagi pemerintahan Jokowi untuk kembali mengungkap kebenaran kasus ini.

"Pernyataan itu adalah sinyal kuat bahwa pemerintahan hari ini tidak boleh berpangku tangan untuk mendiamkan dan seolah-olah bingung harus berbuat apa," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, SBY memang menekankan selalu ada pintu untuk mencari kebenaran jika masih ada yang menganggap keadilan sejati dalam kasus tersebut belum terwujud. Karena itu, dia mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi jika memang akan melanjutkan penegakan hukum. "Jika memang ada yang belum selesai," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya