Berita

Net

Politik

PILKADA DKI 2017

Ini Aturan Penerimaan Sumbangan Oleh Cagub

RABU, 26 OKTOBER 2016 | 16:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta boleh menerima sumbangan dari pihak lain yang tidak mengikat. Sumbangan mencakup pemberian perseorangan maupun badan hukum swasta.

Hal itu sebagaimana disampaikan Komisioner KPU DKI Bidang Pencalonan dan Sosialisasi Dahliah Umar dalam rapat koordinasi Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Pembatasan Dana Kampanye Pilkada DKI 2017 di kantor KPU DKI, Salemba, Jakarta (Rabu, 26/10).

Menurutnya, sumbangan untuk cagub diatur dalam Undang-Undang 10/2016 tentang Pilkada. Dalam pasal 74 ayat 5 disebutkan bahwa sumbangan dari perseorangan maksimal sebesar Rp 75 juta, dan sumbangan dari badan hukum swasta maksimal Rp 750 juta.


"Bentuknya bisa uang, bisa barang, bisa juga jasa," kata Dahliah.

Namun begitu, dia memberikan catatan jika sumbangan tersebut diberikan dalam bentuk barang atau jasa maka harus memiliki nilai nominal harga sekalipun pihak penyumbang menyatakan gratis. Besaran nilainya harus setara dengan maksimal dana sumbangan yang telah diatur UU Pilkada.

"Kalau diaudit lebih dari Rp 750 juta, kalau sudah terpakai pasangan calon harus mengembalikan ke kas negara," ujar Dahliah.

Terpenting, seluruh data penyumbang pasangan cagub-cawagub mesti dilaporkan ke KPU DKI. Sementara pihak penyumbang juga diwajibkan menyerahkan formulir pernyataan tentang asal muasal dana tersebut. Dana yang disumbang harus dipastikan bukan berasal dari hasil tindak pidana dan tidak dalam kondisi pailit.

"Sumbangan yang tidak jelas identitas penyumbangnya, tidak boleh digunakan oleh pasangan calon. Sumbangan tersebut harus dikembalikan ke kas negara," demikian Dahliah. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya