Berita

Nusantara

Melly-Kholik Lebih Layak Pimpin Bekasi

RABU, 26 OKTOBER 2016 | 09:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rapat pleno pengundian nomor urut calon bupati-wakil bupati Bekasi sudah dilakukan di Hotel Sahid, Bekasi, Selasa (25/10).

Pasangan calon Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik yang didukung oleh PDI Perjuangan, PKB , PPP, dan PBB mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja yang didukung Golkar, PAN, Nasdem, PPP dan Hanura, mendapat nomor urut 5.

Paslon yang diusung PKS dan Gerindra, Sa'dudin-Ahmad Dhani Prasetyo mendapatkan nomor urut 2. Sementara paslon dari jalur independen, Obon Tabroni-Bambang Sumaryono dan Iin Farihin-KH. Mahmud mendapat nomor urut 3 dan 4.


Meski ada dua pasangan calon yang dinilai kuat, yakni pasangan petahana Neneng-Eka dan Sa'duddin-Ahmad Dhani, yang juga pernah menjabat Bupati Bekasi, pasangan Meilina-Kholik dinilai oleh beberapa kalangan sangat potensial memenangkan pilkada. Pasangan Meilina-Kholik bahkan dinilai lebih layak untuk memimpin Kabupaten Bekasi periode mendatang karena membawa harapan baru.

"Kabupaten Bekasi harus dipimpin sosok pemimpin baru yang berkomitmen dan berani serta cerdas yang didasari atas kepekaan terhadap berbagai persoalan yang timbul di masyarakat. Dan saya pikir pasangan Melly-Kholik bisa menjadi harapan baru yang lebih pas dan layak untuk memimpin Kabupaten Bekasi kedepan," ujar Suroyo, salah satu tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan di Bekasi.

Lebih jauh Suroyo menjelaskan penilaiannya terhadap sosok pasangan MENARIK bukan tanpa alasan kuat. Pasalnya sejak pemilihan kepala daerah secara langsung di Kabupaten Bekasi, tidak ada perkembangan signifikan yang terjadi di Kabupaten Bekasi. Baik itu dalam hal kebutuhan mendasar masyarakat, seperti persoalan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Lebih dari itu, bupati yang terpilih sebelumnya, termasuk petahana saat ini, tidak mampu membangun Kabupaten Bekasi secara signifikan. Padahal, Kabupaten Bekasi memiliki potensi-potensi yang bisa mendongkrak percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi. Hal ini dimungkinkan karena Kabupaten Bekasi memiliki keuangan daerah yang besar.

"Itulah kenapa kemudian perlu ada sosok pemimpin baru di Kabupaten Bekasi. Fakta yang terjadi saat ini di Kabupaten Bekasi banyak persoalan yang tidak kunjung terselesaikan, mulai dari pendidikan, kesehatan dan persoalan kesejahteraan seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan yang justru meningkat, sebagaimana sempat ramai dalam pemberitaan di media," ulasnya.

Suroyo menambahkan, lewat momentum Pilkada 2017 perubahan di Kabupaten Bekasi bisa dilakukan dengan mendorong pemimpin baru yang memiliki memiliki jejak rekam yang bagus dan membawa harapan terjadinya perubahan-perubahan untuk Kabupaten Bekasi lebih baik lagi.

"Pengalaman Melly sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar dalam tiga periode berturut-turut dan wakilnya yang juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi, saya kira, menjadi modal bagi mereka untuk memimpin Kabupaten Bekasi. Terlebih koalisi Nasionalis-Religius yang dibangun PDI Perjuangan, PKB, PPP dan PBB bisa menjadi kendaraan politik yang cukup kuat dan strategis dalam membangun jaringan untuk mensinergikan program-program pembangunan dengan pemerintah pusat," pungkasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya