Berita

Siti Fadillah Supari/Net

Hukum

Di Penjara, Bekas Menteri Tak Bisa Tidur

RABU, 26 OKTOBER 2016 | 08:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasihan Siti Fadillah Supari. Menginap semalam di sel Rutan Pondok Bambu, bekas menteri kesehatan ini tak bisa tidur.

Kuasa hukum Siti Fadilah, Kholidin Achmad menyatakan, Siti tak bisa tidur karena "teman-teman sekamarnya berisik." Siti kini berada di sel tahanan mapenaling alias masa pengenalan lingkungan.

"Ya ibu mengeluhkan susah tidur karena ketika malam pingin tidur masih ada yang ngobrol tentang kasus, jadi merasa berisik," ujar Kholidin usai menjenguk Siti, kemarin.


Seperti diketahui, Siti ditahan usai diperiksa KPK sebagai tersangka kasus korupsi alat kesehatan (alkes), Senin (24/10) lalu. Siti dituduh menerima travel cek senilai Rp 1,275 miliar. Sebelumnya, gugatan praperadilan Siti kandas setelah ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Di Rutan Pondok Bambu, Siti mendiami sel berukuran 5x6 meter persegi, bersama 20 tahanan lain yang kasusnya bermacam-macam. Sekalipun begitu, Siti berhubungan baik dengan teman-teman satu selnya.

"Kalau ibu orangnya memang gampang bersosialisasi. Di dalam ketemu anak buahnya yang vaksin palsu, bidan-bidan itu. Ya mereka, kaget di dalam semua merasa hormat, karena ibu mantan menteri," tuturnya.

Selain karena berisik, Siti tak bisa tidur karena sakit. Belum lama ini baru menjalani operasi tulang belakang. Karena tidur bersempit-sempitan, sakitnya kembali terasa. Sesaknya sel juga membuat Siti susah mendirikan shalat. Keluhan lain Siti, selnya kotor.

"Ya, karena di dalam harus tidur berapat-rapat. Ya, keluarga kasihan jadi harus bawa kasur lipat. Ibu mengeluhkan sakit. Tetapi yang terutama karena kotor, sehingga sholat aja susah," papar Kholidin.

Siti berharap dirinya bisa segera dipindahkan ke kamar blok tahanan umum. "Dia berharap sudah bisa dipindah blok, dapat kamar agar bisa mudah sholat," harap Kholidin.

Kondisi Siti diamini adik kandungnya, Burhan Rosydi. Menurut Burhan, kakaknya itu masih shok dengan penahanan ini. Sebab, Siti merasa tidak bersalah dalam kasus ini. "Semalam saya sudah datang. Kondisinya syok. Ya biasa. Wong dia nggak salah. Wong dia nggak maling," ujar Burhan.

Burhan mengatakan, selain itu, tidak ada keluhan dari Siti. Hanya saja, dia merasa dikriminalisasi oleh KPK dengan penahanan ini. Menurutnya, tidak adil kakaknya ditahan oleh KPK, sementara banyak kasus-kasus besar lainnya dengan para pelaku orang besar yang tidak ditangani baik.

Burhan mempertanyakan langkah KPK yang menetapkan Siti sebagai tersangka dan menahanannya. Burhan, berharap pemerintah dapat meneliti kembali kasus yang menjerat Siti. Bahkan, katanya, tim pengacara Siti siap untuk membeberkan kepada Presiden Jokowi mengenai kasus ini.

"Pak Jokowi diberi mandat oleh rakyat untuk kelola negeri ini termasuk hukum. Kalau perlu tim lawyer bisa presentasikan semuanya kepada Pak Jokowi dimana letak persoalannya. Saya katakan bahwa Bu Siti ini secara bukti permulaan tidak memenuhi syarat," katanya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya