Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Catat! Indonesia Runyam Sejak Dipimpin Megawati

SELASA, 25 OKTOBER 2016 | 16:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pendiri Yayasan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri mengaku belajar banyak dari orang tuanya yang juga proklamator Indonesia, Soekarno. Selain belajar langsung dari Soekarno, Rachma juga mengaku banyak membaca buku-buku Bung Karno.

"Saya membaca buku-buku beliau, Mencapai Indonesia Merdeka, Sarinah, Indonesia menggugat, termasuk menyimak pidato-pidato beliau dan juga buku Di Bawah Bendera Revolusi," ujarnya saat sambutan Acara bedah buku 'Revolusi Belum Selesai' karyanya yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan HMI Komisariat Hukum di Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Cikini, Jakarta Pusat‎, Selasa (25/10).

Semua itu, lanjutnya, menjadi ‎alat pisau analisanya dalam membedah masalah-masalah bangsa, seperti masalah sosial, politik, dan pertahanan keamanan.


"Jadi pisau analisa saya dari pikiran Soekarno," sambungnya.

Melalui pisau analisa itu, Rachma mengakui bahwa masalah bangsa semakin runyam saat Megawati memimpin bangsa ini. Saat itu, banyak terjadi perubahan yang mengubah kiblat bangsa menjadi berhaluan liberal ‎kapitalistik.

"Itu yang ditentang oleh Soekarno, karena bisa timbul kesenjangan luar biasa antara si kaya dan si miskin," tegasnya.

"Karena itu juga sesuai buku ini, revolusi belum selesai," pungkasnya. [sam]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya