Berita

Foto/Net

Hukum

Pasang CCTV Saja Pak, Nggak Usah Repot-repot, Kecuali Untuk Pencitraan

Walikota & Kapolda Menyamar Untuk Berantas Pungli
SELASA, 25 OKTOBER 2016 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Upaya Presiden Joko Widodo memberantas pungutan liar (pungli) sepertinya mulai merambat hingga daerah. Sejumlah pejabat daerah, bahkan melakukan aksi menyamar untuk me­nangkap tangan aparat pelaku pungli. Ada juga netizen yang menanti aksi menteri menyamar berantas pungli.

Setidaknya ada dua pejabat daerah yang diberitakan melaku­kan penyamaran untuk memer­goki bawahannya melakukan pungli, yaitu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Polisi Djoko Prastowo. Aksi ked­uanya disambut positif netizen dan menjadi viral di media sosial.

Wali Kota Syarif Fasha menya­mar sebagai kenek truk pengangkut batubara untuk mengetahui separah apa praktik pungli di wilayahnya. Penyamaran dia lakukan pada Sabtu (22/10) dinihari di terminal truk Paal 10 Kota Jambi.


Di terminal itu Syarif Fasha me­nangkap tangan sejumlah pegawai Dinas Perhubungan Kota Jambi, yang memungut retribusi masuk terminal tanpa memberikan karcis kepada para supir. Meski tertangkap tangan, sejumlah aparat itu berkelit. Hingga kini belum jelas apa bentuk sanksi yang dikenakan terhadap mereka.

Aksi penyamaran juga dilakukan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Polisi Djoko Prastowo. Dia berhasil menangkap tangan anggota Polantas pelaku pungli di jalan raya. Jenderal polisi bintang dua itu menyamar sebagai warga biasa yang tengah menyetir mobil sendirian. Saat tahu di depan ada Polantas, dia sengaja melanggar peraturan lalu lintas agar dihentikan petugas.

Kemudian dia dibawa ke pos polisi. Saat di dalam, Djoko diminta uang damai karena telah melanggar peraturan lalu lintas. Pada kesempa­tan itu, dia beberapa kali meminta agar diberikan surat tilang. Namun, anggota itu bersikukuh minta penye­lesaian dilakukan di luar hukum.

Ketika dia mengeluarkan uang dan diterima oknum anggota polisi itu, Djoko langsung menangkapnya dan menelpon Direktur Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Selatan untuk memproses oknum tersebut.

Djoko menjelaskan, hingga kini sudah ada 10 oknum anggota polisi di wilayah hukum Polda Sumsel yang ditangkap Propam karena diduga melakukan pungli. Mereka polisi di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Palembang, Banyuasin, dan beberapa tempat lain di Sumsel.

Aksi nyamar Wali Kota Jambi dan Kapolda Sumsel menjadi viral di media sosial setelah tautan-tautan beritanya tersebar luas di jagad maya. Pada umumnya ne­tizen mengapresiasi dan berharap upaya-upaya pemberantasan pungli dilanjutkan.

Misal pada Forum Diskusi Kaskus, akun Eretapisara mengatakan, aksi penyamaran semestinya dilakukan rutin hingga praktek pungli lenyap, "Rajin-rajin aja pak. Jangan cuma setahun sekali."

Akun Adhyzone menyampaikan harapan yang sama, "Lagi musim cosplay-cosplayan gini ya, nggak apa-apa sih asal konsisten aja."

Akun soviet17586 berharap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto kembali me­nyamar sebagai rakyat kecil, seperti yang pernah dia lakukan saat kam­panye pemilihan presiden. "Wiranto, berhubung udah jadi menteri, apa salahnya blusukan nyamar kayak za­man Pilpres," sarannya.

Wiranto dikenal salah satu tokoh nasional ahli nyamar. Keahlian menyamar purnawirawan jenderal bintang empat itu dipertontonkan melalui program "Mewujudkan Mimpi Indonesia" yang ditayang­kan stasiun televisi RCTI pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2009. Mantan panglima ABRI itu pernah menyamar sebagai pedagang ason­gan, tukang becak, tukang semir sepatu, penjual perabot rumah tang­gaa keliling dan lain-lain.

Akun Ekido menilai pelabuhan dan terminal banyak praktik pungli, selain di pasar tradisional,"Terminal dan pelabuhan itu sentranya pungli. Tapi jangan lupa di pasar tradisional juga ada pungli oleh preman pasar."

Sebaliknya, sejumlah netizen menyampaikan kritik, pejabat selevel walikota dan kapolda tidak hanya menindak aksi pungli di jalan raya yang nominal rupiahnya kecil, juga menindak praktik pungli dan suap yang dilakukan pejabat di jajarannya.

"Dengan wewenang yang dia punya, mestinya bukan menghukum pion catur. Kecuali kalau hanya untuk pencitraan diri, baru masuk logika," kritik akun Mang.jebot.

Akun RTFM menyuarakan kritik senada. Menurut dia, nilai praktik pungli dan suap yang dilakukan pejabat jauh lebih besar. "Atasannya juga pak jangan lupa, anak buah cuma nurut bos."

Akun kohanamet menyarankan seluruh terminal dan tempat pem­bayaran restribusi dipasangi kamera pengintai, tak perlu repot-repot nya­mar. "Pasang CCTV aja pak Wali. Gampang kok," sarannya.

Selain itu, netizen juga mengusul­kan pemungutan retribusi manual diganti sistem elektronik. "Kalau mau bebas pungli, ya pake pra bayar semua. Nggak ada sistem karcis-karcisan. Tinggal deposit, begitu lewat saldonya berkurang," usul pemilik akun Mbahdien.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya