Berita

Siti Fadilah/Net

Hukum

Dikriminalisasi, Siti Fadilah Minta Jokowi Bertindak Adil

SENIN, 24 OKTOBER 2016 | 22:28 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, terkait korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan.

Siti mengaku dirinya telah dikriminalisasi dalam kasus tersebut. Dia membantah pernah menerima uang dalam bentuk Mandiri Travellers Cheque (MTC) seperti yang dituduhkan.

"Tidak ditanya apa-apa, cuma ditanya kenal sama ini tidak. (Kemudian) kok ditahan, belum sampai pada pokok perkara. Saya merasa ini tidak adil," ujarnya usai menjelani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/10).


Untuk itu, Siti meminta pemerintah tidak menjadikan dirinya sebagai tumbal untuk menutupi kasus-kasus lain yang lebih besar.

"Pak Jokowi (Joko Widodo) saya harap adil menegakkan hukum. Banyak kasus yang berat dibiarkan, saya yang sebetulnya tidak bersalah malah seolah bersalah," tegasnya sebelum masuk mobil tahanan KPK.

Sejak 2014, Siti Fadilah Supari ditetapkan sebagai tersangka korupsi alkes buffer stock untuk kejadian luar biasa di tahun 2005 sat masih menjabat Menkes. Dakwaan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Menkes Rustam Syarifudin Pakaya menyebut Siti mendapat jatah dari hasil korupsi pengadaan alkes untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi APBN 2007. Siti disebut mendapat jatah sebesar Rp 1,275 miliar dalam bentuk MTC.
 
Siti dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 junto pasal 15 Undang-Undang 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 56 ayat 2 KUHP. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya