Berita

Politik

Gebrakan Menteri Muhadjir Effendy Direspon Positif

SENIN, 24 OKTOBER 2016 | 15:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kendati masih seumur jagung memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kinerja Muhadjir Effendy dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional direspon positif oleh publik.

Hal tersebut terlihat dari hasil survei nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang menempatkan Kemdikbud di peringkat ketiga sebagai kementerian yang dinilai paling baik kinerjanya oleh publik.

"Kementerian yang dinilai paling baik kinerjanya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 23%, Kementerian Agama 8,4 %, Kemendikbud 5,5 % dan Kementerian keuangan 4,6 persen," ujar Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas saat menggelar diskusi di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/10).


Dalam survei tersebut disebutkan, jika pada bulan Oktober 2016 ada sekitar 38% warga merasa semakin ringan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, lebih banyak dibanding yang merasa semakin berat 29%. Sementara yang merasa sama saja ada sekitar 29%.

Hasil survei tersebut menunjukkan jika respon positif warga terus mengalami peningkatan yang positif selama 3 bulan kepemimpinan Muhadjir Effendy. Dalam survei tersebut disebutkan, bila pada Juni 2016 respon warga sebesar 34%, sementara pada bulan Oktober 2016 meningkat menjadi 38%. Belum lagi bila dibandingkan dengan respon positif warga pada bulan Oktober 2015, yang hanya sebesar 32% saja.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dua bulan lalu, Muhadjir Effendy memang langsung tancap gas. Perombakan besar-besaran seperti yang seringkali diamanatkan Presiden Jokowi ia jalankan dengan cepat. Fokusnya ada pada tiga hal, yaitu: penguatan pendidikan karakter, inovasi dan percepatan distribusi KIP, serta rehabilitasi sekolah.

Demikian pula dengan upaya revitalisasi pendidikan vokasional maupun program fullday school yang sempat mencuat ke permukaan, perlahan mulai direspon positif. Terbukti kini ada ribuan sekolah yang siap menjadi model percontohan sekolah dengan mengutamakan pendidikan karakter ini.

Perlu diketahui, populasi suvei nasional ini adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Populasi dipilih secara multi random sampling sebanyak 1220 responden dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Seperti disampaikan Sirojudin, survei nasional ini terkait dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

"Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo selama dua tahun terakhir ini," ungkapnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya