Berita

Bambang Brodjonegoro/Net

Bisnis

2 Tahun Berkuasa, Percepatan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Jokowi-JK

JUMAT, 21 OKTOBER 2016 | 12:39 WIB | LAPORAN:

Dua tahun rezim Jokowi-Jusuf Kalla berkuasa di Indonesia, percepatan infrastruktur menjadi modal penting pemerintahan ini.

Setidaknya hal itu tercermin dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur yang terus menjadi fokus pemerintahan Jokowi-JK untuk menciptakan konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah ingin menekan ketimpangan ekonomi antara Jawa dan Pulau Jawa. Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan periode pertama ini,  membangun 13 proyek Pelabuhan, 52 proyek jalan tol, 17 proyek bandara dan 19 proyek kereta api.


Dari semua pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat 8 proyek strategis nasional yakni Jalan Tol Serang-Panimbang, Terminal Kalibaru, SPAM Umbulan, Light Rail Transit (LRT) Palembang, PLTU Batang, Pelabuhan Patimban, Palapa Ring Broadband dan Revitalisasi Bandara Juwata- Tarakan, Matohara-Wakatobi, Labuhan Bajo-NTB.

Pembiayaan mega-mega proyek ini tentu tidak memakan biaya yang murah. Apalagi, pemerintah tengah melakukan pengetatan anggaran akibat target penerimaan APBN yang terlampau ambisius.  Maka salah satu upayanya adalah pemerintah akan menggunakan dana pensiun untuk membangun infrastruktur.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, dana pensiun (dapen) selama ini hanya mengendap di perbankan dalam deposito atau pun Surat Utang Negara (SUN).

"Penggunaan infrastruktur non APBN diatur dalam hukum. Seperti BPJS Ketenagakerjaan yang bisa menggunakan investasi 5 persen, begitu juga dengan Taspen," kata Bambang di Jakarta, Jumat (21/10).

Selain itu, untuk memperlancar hasrat pemerintah membangun proyek infrastruktur, pemerintah juga terus mendorong keterlibatan swasta untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang ini.

Rencana proyek Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya misalnya, pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman telah mengajak Jepang untuk mengerjakan proyek ini. Selain itu, nanti juga akan dibangun dry port sepanjang Pulau Jawa untuk menekan angka dwelling time, sehingga tidak lagi prosessnya terpusat di Pelabuhan Tanjung Priok.[wid]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya