Berita

Demo Ahok/Net

Hukum

Pasukan Berani Mati: Polri Silakan Pilih, Bersama Umat Islam Atau Ahok?

JUMAT, 21 OKTOBER 2016 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dinamika dan kemarahan umat Islam telah "terbakar" dimana-mana, di seluruh Indonesia, akibat pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang secara terang benderang menistakan Al-Qur'an dan menghina ulama, terkait pernyataannya soal QS Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Demikian diungkapkan Koordinator Pusat (Korpus) Pasukan Berani Mati Adili Ahok Penista Al-Qur'an, Gusrin Lessy dalam keterangannya, Jumat (21/10).

Jelas dia, ini bukan lagi soal dinamika politik dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017 seperti yang di tuduhkan para Ahokers beserta cyber armi-nya. Hal ini sudah menyangkut aqidah umat Islam yang dengan sengaja di dinistakan oleh Ahok untuk kepentingan politiknya sendiri.


"Tanpa ilmu tafsir dan dasar pengetahuan yang kuat soal surah Al-Maidah 51, pernyataan Ahok sudah masuk ranah pidana sesuai KUHP Pasal 156a dan UU tentang penodaan agama," ungkap Gusrin Lessy.

Menurutnya, bukti video, saksi-saksi, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah jelas sehingga tidak ada lagi yang perlu diragukan oleh Polri untuk segera menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Gusrin Lessy menambahkan, pernyataan yang mengatakan bahwa kasus Ahok ini ditunda setelah selesai perhelatan Pilkada DKI karena kental dengan aroma politik adalah pernyataan yang sempit dan menyederhanakan persoalan.

Pernyataan Ahok ini dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI dalam acara resmi kunjungan ke daerah sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada.

"Sekarang, Polri silakan memilih, bersama umat Islam yang ikut melahirkan Polri di zaman perjuangan dulu, atau bersama Ahok?" tukas Gusrin Lessy. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya