Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pekan Depan Pemerintah Serahkan Draft RUU Pemilu Ke DPR

JUMAT, 21 OKTOBER 2016 | 02:43 WIB | LAPORAN:

. Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dipastikan akan segera diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.

"Tadi saya kontak sama Mensesneg, katanya hari Sabtu paling telat masuk. Besok Jumat kan, nah Sabtu masuk. Atau diagendakan hari kerja, hari Senin berarti," kata Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarul Zaman, ketika dihubungi, Kamis (20/10).

Lebih lanjut Rambe menjelaskan pihaknya akan memberikan kepastian soal kapan draft RUU Pemilu. Draft itu, kata Rambe, akan disampaikan oleh pemerintah paling lambat hari Senin. Agar esok harinya dapat dibahas dalam rapat paripurna sebelum memasuki masa reses akhir bulan Oktober 2016 ini.


"Kalau Senin masuk mudah-mudahan bisa paripurna Selasa untuk membacakan surat itu, amanat Presiden itu kan harus dibaca disampaikan sidang paripurna supaya sidang paripurna bisa langsung dimulai," ujarnya.

Setelah itu, mekanisme selanjutnya adalah, politisi Golkar ini akan memerintahkan seluruh fraksi di Komisi II untuk membuat tim pengkajian.

"Jadi nanti tugasnya harus ada waktu beberapa minggu, agar fraksi membuat tim, lalu mengkajinya. Jadi mudah-mudahan nggak meleset jadwalnya lagi," harap Rambe.

"Setelah surat masuk dibacakan dalam paripurna ada surat masuk dari presiden tentang ini. Setelah itu, pembahasan baru sama pemerintah," demikian Rambe. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya