Berita

Nusantara

Curhat Gubernur Ridwan Ke Mendes: Bengkulu Butuh Campur Tangan Pusat

KAMIS, 20 OKTOBER 2016 | 20:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu‎ kembali melakukan roadshow ke Kementerian-Kementerian untuk meminta campur tangan pemerintah pusat dalam membangun Bengkulu.

Setelah audiensi dengan Menteri Percepatan Pembangunan Nasional (Bappenas), kali ini giliran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang disambangi.

Kepada Mendes Eko Putro Sandjojo, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengawali curhatannya dengan memaparkan kondisi riil Bengkulu. Dikatakannya, dari 1533 desa, 48 persennya tertinggal dan sangat memprihatinkan.


Kebanyakan desa tertinggal itu infrastruktur dasarnya belum ada.

"Akses jalan memprihatinkan, terputus. Musim hujan berlumpur. Kalau lewat harus dililit denga rantai.‎ Kalau ada jembatan, jembatannya masih pakai pohon kelapa. ‎Listrik gelap gulita. Sekolah Dasar desa masih ada yang belum memiliki. Ada 25 Kecamatan belum ada SMA. Puskesmas juga sangat terbatas," ungkap Ridwan di Kantor Kemendes, Kalibata, Jakarta Selatan, .

Karena inilah, ‎angka kematian ibu melahirkan dan kemiskinan di Bengkulu tinggi. Karena ketertinggalannya itu, Ridwan bahkan menyebut, ‎Bengkulu menjadi provinsi timur yang ada di bagian barat Indonesia. Padahal jaraknya 45 menit dari Ibukota Jakarta.

Persoalan mendasar di Bengkulu, sambung Ridwan, belum masuk ke tahap pemberdayaan. Sebab, pada tahap infrastruktur dasarnya saja belum ada.

"Kami berharap, Pak Menteri menyampaikannya ke Presiden. Sebab kami sedih, program unggulan diorientasikan ke bagian timur. Sementara kami yang di barat ini sangat kacau dan menyedihkan," ujarnya.

Bengkulu lanjut Ridwan, juga krisis listrik dan terisolasi dari empat provinsi tetangga. Jalur lintas barat Sumatera tidak tersentuh. Hanya jalur tengah dan timur. Provinsi ini juga terisolasi informasi. Masih banyak blank spot area yang tak ada sinyal handphone dan televisi.‎

Kepada Mendes, Ridwan kembali menegaskan untuk meminta Bengkulu diprioritaskan.

"Kami minta sampaikan kepada Presiden, Bengkulu sekarang tidak dapat menyelesaikan diri sendiri tanpa bantuan stimulus pemerintah pusat. Kami yakin, dengan Menteri yang memahami lika-liku persoalan desa, persoalan desa di tempat kami diselesaikan," ungkapnya.

Mendes Eko sangat antusias mendengarkan curhatan Ridwan dan jajarannya.  Dia mengakui, memang di Bengkulu masih banyak desa yang tertinggal. Eko menilai lantaran memang belum fokus skala prioritas pembangunannya.

Eko menekankan, Pemprov Bengkulu segera menginventarisir skala prioritas setiap daerah.‎ Dalam waktu dekat, harus ada satu desa di setiap kabupaten yang menjadi model.

"Per-Kabupaten modeling satu desa. Untuk pariwisata atau pertanian. Nanti kita duduk bareng. Saya gak bisa janji muluk-muluk. Langsung yang kongkrit saja. Setelah berhasil, ini akan jadi model," tambahnya.

Dia berjanji akan mengkoordinasikan kepada Kementerian laiinya. Bahak dalam rapat kabinet dan rakor dengan Menko PMK, dia akan menyempatkan menyampaikan keluhan Provinsi Bengkulu.

"Saya yang akan mengawalnya.‎ Belum ada loh, Gubernur sampai bupati-bupatinya datang diboyong begini. Berarti serius dan ada komitmen yang luar biasa. Makanya kami akan serius juga," janji Eko.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya