Berita

Net

Hukum

Dua Oknum Anggota TNI AU Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Di Medan

RABU, 19 OKTOBER 2016 | 22:25 WIB

Dua oknum prajurit TNI AU ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan jurnalis saat meliput bentrokan di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, pada 15 Agustus 2016 lalu.

Hal ini diungkapkan Komandan Satuan POM TNI AU Lanud Soewondo Mayor Nicolas Sinaga saat ditanya perkembangan penanganan kasus tersebut di Markas Lanud Soewondo, Medan.

"Sudah ada dua orang tersangka. Namun kami belum dapat mengungkap identitas kedua tersangka. Jika sudah ada petunjuk dari atasan kami akan segera buka identitasnya," katanya seperti dikutip Medanbagus.com, Rabu (19/10).


Nicolas memastikan seluruh proses hukum terhadap personil TNI AU yang terlibat kasus penganiayaan tersebut akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku di internal. Ia berharap proses tersebut tidak ditanggapi sebagai bentuk pembiaran oleh masyarakat luas seperti wacana yang sering muncul. Ia meyakinkan seluruh pengaduan akan diproses.

"Tidak ada yang tidak diproses. Kita mau semuanya bisa cepat selesai, biarkanlah kami bekerja dahulu," ungkapnya.

Adapun, siang tadi, dua jurnalis yang menjadi korban dalam insiden tersebut yakni Array dari Tribun Medan dan Teddy dari Sumut Pos memenuhi pemanggilan penyidik Satuan POM AU Lanud Soewondo. Guna didengar keterangannya sebagai saksi.

Saat memenuhi panggilan, kedua korban didampingi kuasa hukum dari LBH Medan. Selain itu, hadir juga perwakilan Tim Advokasi Pers Sumut dan pimpinan Tribun Medan.

Kuasa Hukum Tim Advokasi Sumut Aidil Aditya mengatakan, Tim Advokasi Pers Sumut mengapresiasi sudah ditetapkannya dua tersangka pelaku kekerasan fisik terhadap Array seperti yang disampaikan Komandan Satuan POM AU Lanud Soewondo. Namun, pihaknya mengharapkan penyidik menyampaikan perkembangan itu dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan.  

Ia juga meminta penyidik mencurahkan perhatian yang sama untuk empat laporan wartawan lain yang dihalang-halangi saat meliput oleh oknum TNI, serta pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami wartawan saat meliput.

"Kasus yang menimpa para jurnalis ini seharusnya segera bisa disidangkan. Sementara kasus yang lain menurut POM AU masih dalam penyelidikan. Tapi, ini pun kami masih belum jelas penyelidikannya sudah sampai mana," ujar Aidil.

Sementara, Pemimpin Redaksi Tribun Medan Domu A. Ambarita yang mendampingi Array ke POM AU Lanud Soewondo menegaskan, bahwa kasus penganiyaan dan penghalangan peliputan yang menimpa para jurnalis harus selesai.

"Kami dari Tribun Medan, dan saya selaku pribadi menjunjung penegakan hukum. Terkait kawan kami, reporter Tribun Medan dalam kesempatan rapat bersama saya sampaikan penegasan sikap serupa yakni mendesak penuntasan penganiayaan diduga dilakukan beberapa anggota TNI terhadap wartawan," jelasnya. [wah]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya