Berita

Foto: Net

Bisnis

Andre Gerindra: Kapan Berdaulat Jika Semen Indonesia Sampai Ditolak

RABU, 19 OKTOBER 2016 | 10:32 WIB | LAPORAN:

Polemik pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, seyogyanya dilihat dengan jernih dan kepala dingin, tidak sepihak.  

Dengan begitu, investasi terhadap pengelolaan kekayaan sumber daya alam oleh negara melalui anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp 4 triliun, bukan oleh pengusaha asing, memberikan gambaran yang utuh sekaligus pendidikan bagi masyarakat dalam melihat suatu permasalahan.

Demikian pandangan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PP Partai Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi, Rabu (19/10).


"Pro dan kontra pembangunan pabrik Semen Indonesia jadi tidak sehat jika satu pihak dan pihak lainnya menyampaikannya secara tidak utuh," terang Andre.

Pihak yang kontra menyatakan pembangunan pabrik semen akan membuat ribuan petani tidak bisa lagi menggarap lahan pertanian dan mewariskannya kepada anak dan cucu mereka. Sementara yang pro optimistis pabrik semen akan meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat, paling tidak bagi 7 ribu kepala keluarga (KK).

Pihak kontra bersikukuh merujuk putusan Mahkamah Agung yang memenangkan Peninjauan Kembali atas izin pendirian pabrik semen dan mempertanyakan minimnya sosialisasi yang melibatkan kepada warga, termasuk menyangkut dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal).

Untuk diketahui, beber Andre, PT Semen Indonesia hingga kini terus melakukan kegiatan pemberdayaan dan edukasi bagi warga sekitar pembanguan pabrik, berikut dana CSR hingga miliaran rupiah dalam upaya mensejahterakan warga setempat.

Selain itu, menurut dia, masyarakat hendaknya menyadari bahwa rakyat Indonesia sejak awal menekankan pentingnya kedaulatan bangsa. Di mana pengelolaan kekayaan sumber daya alam dilakukan oleh bangsa sendiri, bukan bangsa lain (asing).

"Semen Indonesia itu kan produk asli Indonesia, bukan produk asing. Perlu diketahui perusahaan swasta dan asing yang menguasai pasar semen di Indonesia mencapai 56 persen, kapan Indonesia bisa berdaulat kalau BUMN tidak diberi kesempatan mengembangkan diri," kata dia.

Andre memaparkan, jika pembangunan pabrik PT Semen Indonesia sampai dibatalkan, ribuan warga bakal kehilangan mata pencaharian, dari sektor riil seperti pedagang kecil dan warung makan, pekerja tambang, petugas keamanan hingga karyawan pabrik semen.

Ia juga menyingung rencana 10 perusahaan semen asing yang akan datang pada tahun 2017 mendatang.

"Kan kita harus adil pada diri-sendiri, seringkali kita marah kekayaan alam kita di ekploitasi asing, tapi giliran bangsa sendiri merangkak-rangkak mau mengeksplorasi demi kedaulatan bangsa sendiri malah ditolak, kan aneh," cetusnya.

Serupa tapi tak sama, Andre menilik polemik yang terjadi dalam diskursus perpanjangan izin ekspor konsentrat dalam rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Dimana revisi terhadap peraturan turunan Undang-undang Minerba itu berkecenderungan hanya mengakomodir kepentingan Asing, Freeport dan Newmont. Sementara perusahaan negara dalam hal ini PT Antam kecenderungannya malah dianaktirikan.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya