Berita

Arcandra Tahar dan Ignasius Jonan/Net

Bisnis

ESDM Mau Dongkrak Eksplorasi Migas Dan Sejahterakan Rakyat

Jonan & Arcandra Mulai Ngantor
SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru Ignasius Jonan dan Wakilnya, Arcandra Tahar, kemarin mulai ngantor. Keduanya menyampaikan program-program yang bakal digeber. Antara lain, pengembangan Blok Masela dan upaya mengerek eksplorasi migas.

Mantan Menteri ESDM Plt, Luhut Panjaitan secara resmi melakukan serah terima jabatan kepada Jonan dan Arcandra. Hari perdana ngantor, Jonan dan Arcandra terlihat rileks. Tidak tampak ada ketegangan meskipun pekerjaan yang dihadapinya, cukup berat dan penuh tantangan.

Jonan mengaku telah menda­patkan arahan dari Presiden Jokowi tentang arah kebijakan dan program kerja yang harus dilaksanakan di Kementerian ESDM. "Presiden berpesan, sumber daya alam harus bisa menyejahterakan rakyat," kata Jonan.


Jonan menuturkan, pem­bangunan sektor ESDM harus berdampak dan membawa ber­manfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dia ingin ke depan pola pembangunan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat.

"Pembangunan di bidang energi, apakah itu pengelolaan gas atau eksploitasi minyak dari dulu dilakukan tertutup, jadi masyarakat sekitar itu dianggap outsider (asing). Kalau saya tidak boleh. Masyarakat setem­pat harus terlibat," tegas Jonan.

Jonan mencontohkan pembangunan Blok Masela di Malu­ku yang belum lama diputuskan onshore (di darat). Menurutnya, pengembangan proyek tersebut harus memberikan benefit yang jelas untuk masyarakat sekitar.

Selain arah pembangunan, Jonan mengungkapkan pro­gram-program yang akan dige­bernya. Menurut Jonan, dirinya akan fokus mengawal program prioritas pemerintah. Antara lain, pengembangan blok Masela, Natuna, isu relaksasi minerba, revisi Undang-Undang (UU) Mineral Batubara (Minerba) dan proyek pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW).

Untuk proyek listrik, Jonan menerangkan, dirinya tidak hanya fokus mengawal realisasi pembangunannya, tetapi juga mengecek sistem distribusinya. "Saya kira bukan hanya target pembangunannya saja yang perlu dilihat, tetapi juga sistem transmisi distribusinya. Kalau transmisinya tidak cukup, ya percuma," cetusnya.

Soal revisi UU Minerba, Jonan mengaku masih menunggu arahan dari Presiden Jokowi karena revisi undang-undang tersebut merupakan inisiatif DPR.

Pada kesempatan ini, Jonan juga menyampaikan tentang rencana pembenahan internal di Kementerian ESDM. Menurut­nya, dirinya akan mendorong peningkatan kapasitas jajaran di Kementerian ESDM. "Capacity building jadi satu fokus kami. Capacity building jadi satu hal yang amat sangat penting sekali. Saya sangat berharap kemen­terian ini betul-betul menjadi kementerian teknis, kementerian yang paham teknis," katanya.

Sementara itu, Arcandra Tahar mengungkapkan tentang tar­getnya mengerek eksplorasi migas.

Dia mengatakan, membenahi sektor hulu migas akan menjadi salah satu program prioritasnya. "Sektor hulu migas itu dimulai dengan eksplorasi nah kita harus bagaimana caranya kegiatan eksplorasi ini meningkat. Sejak 2014-2016 eksplorasi kita selalu menurun," tuturnya.

Oleh karena itu, Arcandra menilai, upaya pemerintah yang ingin merevisi PP Nomor 79 ta­hun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja menerangkan, PP Nomor 79 Tahun 2010 perlu direvisi karena kondisi bisnis migas sekarang sudah banyak berubah. Misalnya, harga min­yak yang tidak setinggi ketika 2010.

Wiratmaja menyebutkan, Ke­menterian ESDM menekankan tiga hal utama yang diusulkan dalam revisi PP No.79 Tahun 2010. Pertama, dari sisi investasi supaya lebih atraktif, kedua, sisi perpajakan dan ketiga, sisi pengaturan yang mungkin terlalu berlebih diatur sebelumnya.

Menurut Wirat, supaya in­vestasi di industri hulu nasional atraktif diperlukan insentif pada sistem perpajakan supaya investasi industri hulu migas meningkat melakukan eksplorasi. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya