Berita

Foto: Dokumentasi

Politik

Kyai NU: MUI Harusnya Kedepankan Ajaran Islam, bukan Pertentangan Umat!

SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 19:13 WIB | LAPORAN:

Sejumlah tokoh budayawan, ulama, tokoh pemuda, akademisi, advokat, pelarjar, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat DKI Jakarta Cinta Damai menggelar kegiatan Deklarasi Aksi Damai Pilkada Serentak 2017.

Para tokoh yang hadir adalah, Kyai Muhammad Ghozi Wahib Wahab Hasbullah (Tokoh NU), Dr. Kyai Haji Ahmad Ishomuddin MA, Kyai Drs. Muhammad Zawawi Su'at SH (Ketua Ikatan Mubalid Seluruh Indonesia), Ahmad Zahhari (Khatib Syuriah PWNU DKI), Hj. Ita Rahmawati (Ketua Muslimat NU DKI), Profesional Hukum Krisna Murti dan beberapa OKP.

Mereka berharap polemik terkait pilkada terutama Pilgub DKI Jakarta segera dihentikan sehingga tidak terjadi perpecahan antara masyarakat Jakarta.


Kyai Ghozi Wahib Wahab menyebutkan, deklarasi dilakukan demi terwujudnya kehidupan yang sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 dan Pancasila.

"Kita bersepakat mendukung terselenggaranya Pilkada Serentak 2017 seluruh Tanah Air berjalan dengan lancar. Tentunya tidak ada perpecahan diantarta masyarakat DKI Jakarta," tegas dia di Jakarta, Senin (17/10).

Kyai Ghozi juga menjelaskan, pihakinya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mementingkan silaturahmi (persaudaraan) dalam rangka menjaga ketenangan hidup segenap masyarakat.

"Mengedepankan persamaan-persamaan yang baik dalam mewujudkan kesejahtraan rakyat, bukan mempertajam perbedaan-perbedaan yang mudah menyulut kegelisahaan bahkan kebencian rakyat,” jelasnya.

Aliansi Masyarakat Cinta Damai untuk Masyarakat Jakarta juga mengimbau seluruh intansi resmi untuk bersikap jernih dan netral dengan mengedepankan cita-cita kesatuan bangsa dan negara diatas kepentingan lainnya.

Untuk MUI, Kyai Ghozi berpesan agar mereka juga mengedepankan ajaran-ajaran agama islam yang mendorong terwujudnya kemasalahatan umat, bukan yang memupuk terciptanya pertentangan umat.

"Kita juga meminta kepada MUI segala imbauan atau pernyataan yang menjurus kepada pertentangan umat untuk dicabut atau diluruskan,” ujarnya.

Advokat Krisna Murti yang terlihat hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut mengaku hanya sebagai pendamping dari para ulama, akademisi, pelajar, ormas, OKP yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Cinta Damai.

Krisna menyebutkan para ulama, budayawan, tokoh pemuda, akademis, pelajar yang hadir dalam deklarasi menilai apa yang dilakukan MUI atas keputusannya mengenai pernyataan Ahok terkait Surat Al Maidah Ayat 15 peran dan fungsinya sudah bergeser.

"Seharusnya kata perserta tugas MUI sebagai penjaga kerukunan umat beragama bukan menghakimi seseorang, sehingga membuat kemarahan pihak tertentu. Dan kapasitas saya hadir sebagai profesional hukum yang diundang untuk melihat dan mengkaji sejauh mana proses hukum dari pernyataan yang dikeluarkan MUI,” tegas Krisna.

Dia menambahkan, para peserta deklarasi merasa pernyataan MUI meresahkan dan membangunkan kemarahan pihak tertentu.

"Kalau pada akhirnya para peserta menyerahkan kepada proses hukum lantaran imbauannya tidak digubris, pastinya saya siap mendampingi bilamana memang dibutuhkan. Jadi kita serahkan saja kepada proses hukum yang memproses bilamana keputusan MUI itu dianggap meresahkan,” jelas kuasa hukum M Sanusi mantan anggota DPRD DKI yang terlilit kasus suap reklamasi teluk Jakarta. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya