Berita

Foto: RMOL

Nusantara

3 Truk Terkubur Longsor Gunung Galunggung, Pekerja Galian Luka-Luka

MINGGU, 16 OKTOBER 2016 | 18:58 WIB | LAPORAN:

Setelah lama kawasan kaki Gunung Galunggung jadi lahan tambang pasir, kini bencana longsor mengancam.

Pengusaha yang paling berpengaruh di Desa Linggajati, Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, selama ini terlena dengan hasil galian melimpah. Memang sang pengusaha tambang tersebut dikenal banyak uang. Pejabat di jajaran kepolisian setingkat Polda Jawa Barat pun dikabarkan sempat berkunjung ke ‘bos pasir’ tersebut.
 
Tapi ketika kemarin pagi terjadi bencana, semua pihak tersentak kaget. Kasawan kaki Gunung Galunggung rusak parah. Malah hutan lindung yang harusnya dijaga terancam longsor akibat bibir hutan dikeruk pasirnya.
 

 
Longsoran sudah mulai terjadi di galian pasir Galunggung milik CV Mitra Mandiri di Kampung Sigebeg, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah truk pasir diterjang longsor. Akibatnya beberapa pekerja mengalami luka-luka.
 
Menurut Kapolsek Sukaratu AKP Junaedi, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, setelah kawasan tambang pasir diguyur hujan. Diduga tebing di area tersebut terkikis hingga longsor dan menimpa sejumlah truk pasir yang tengah beroperasi.
 
Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, tapi beberapa orang mengalami luka ringan. Korban sudah dibawa ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.
 
Informasi dihimpun menyebutkan tiga truk dan satu alat berat yang sedang beroperasi terdorong material longsor. Beberapa wartawan yang hendak mendatangi lokasi kejadian, dihadang beberapa laki-laki tinggi tegap. Mereka adalah petugas CV Putra Mandiri yang melarang untuk masuk dengan alasan semuanya sudah selesai.
 
Memang selama ini pemilik CV Putra Mandiri, Endang Abdul Malik alias Endang Juta, cukup ditakuti. Meski dcmikian setelah terjadi bencana, Ketua Karang Taruna Ke­camatan Sukaratu Fahmi Muzaki angkat bicara.

Dia menilai longsor itu bukan semata-mata karena hujan yang mengguyur kawasan pertambangan. Tetapi akibat aktivitas penambangan yang tidak memikirkan kelestarian alam.
 
Kejadian tersebut harus menjadi evaluasi untuk instansi terkait yang membidangi pertambangan juga pengusaha tambang sendiri. Jangan sampai peristiwa yang lebih parah kembali terjadi,” kata Fahmi.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya