Berita

Politik

Cak Imin: Di PKB, Perempuan Adalah Subyek Politik

MINGGU, 16 OKTOBER 2016 | 18:44 WIB | LAPORAN:

Perempuan memiliki posisi tawar sama dengan kaum lelaki di dunia politik. Bahkan, kaum perempuan memiliki nilai lebih dalam berkomitmen dan melakukan kerja-kerja politik.

"Mereka solid dan tidak mudah goyang. Untuk itu saya berharap pembahasan rencana strategis PB ke depan lebih fokus pada kerja-kerja nyata ketimbang berkutat pada pembuatan seminar dan workshop," kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar di hadapan ratusan kader organisasi Perempuan Bangsa (PB), Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (16/10).

Cak Imin, panggilan akrab mantan menakertrans ini melanjutkan, dengan rencana strategis (renstra), pembagian tugas antara satu anggota dengan anggota lainnya menjadi tepat sasaran. Namun, ia berharap setelah pembuatan renstra ini, PB semakin menggeliat, bukan malah asyik dengan dunianya sendiri.


"Artinya, meninggalkan kerja-kerja nyata. Mereka lebih sibuk ngurus kepentingan mereka masing-masing, sementara kepentingan rakyat terabaikan. Penyakit yang biasanya hinggap di organisasi-organisasi di Indonesia, hal itu tidak boleh terjadi di PB," tegasnya.

Menurut Cak Imin, PKB sejak dulu mendorong kader perempuan untuk maju. Sebab, PKB sadar bahwa kaum perempuan dalam politik menjadi sebuah elemen vital partai.

"Dengan kata lain, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk tidak sekedar bagian partai. PKB menempatkan mereka (kader perempuan PKB) sebagai subyek politik. Pemeran utama dalam setiap proses politik partai," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi gerakan PB yang konsisten melakukan pemberdayaan politik.

"Dan hasilnya terlihat. Keterwakilan perempuan kader PKB di Senayan (DPR) selalu di atas 10 persen. Sekarang saja 15 persen, Insya Allah 2019 semakin bertambah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB, Hj Siti Masrifah berharap keberadaan PB dalam konstilasi nasional mampu menaikan derajat bangsa Indonesia menuju kebaikan.

"PB akan selalu mengingatkan pemerintah jika memang pemerintah alpa dalam perbaikan soal kemiskinan, perempuan dan anak," tuturnya.[wid] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya