. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berbeda agama dan keyakinan dengan pendiri PDI Perjuangan Sabam Sirait. Namun demikian, keduanya bisa bersahabat dengan sangat baik karena juga memiliki persamaan.
Demikian disampaikan Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid saat menyampaikan testimoni dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Sabam Sirait di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (15/10). Sinta datang bersama dengan sang puteri Yenny Wahid.
"Saya merasa harus hadir dalam ulang tahun inu mengingat persahabatan Bapak Sabam suami saya Gus Dur. Agama tidak menjadi pembeda Gus Dur dan Pak Sabam dalam menjalani persahabatan. Meski berbeda agama, keduanya dipertemukan dalam memperjuangkan demokrasi kebangsaan dan nasionalisme," kata Sinta.
Acara ini berlangsung sangat meriah. Selain Sinta, hadir mantan Ketua DPR yang juga politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menkum HAM Yasonna Laoly, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi dan Wakapolri Komjen Syafruddin.
Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama, pengusaha Chairul Tandjung serta anggota DPR seperti Ruhut Sitompul dan Nico Siahaan. Hadir pula cendekiawan Yudi Latif dan pengamat politik Muhammad Qodari.
Dalam kesempatan ini, putera tertua Sabam yang juga politisi PDI Perjaungan, Maruarar Sirait, mengucapkan terimakasih atas kehadiran sejumlah tokoh dan ratusan hadirin. Ia mengatakan bahwa sang ayah sudah mewariskan nama baik yang harus selalu dijaga.
"Saya belajar konsistensi dari Pak Sabam," demikian Maruarar.
[ysa]