Berita

Hukum

Anggota Polisi Jangan Kaget Jika Tertangkap Karena Terlibat Praktek Pungli

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 16:56 WIB | LAPORAN:

RMOL. Praktek pungutan liar terjadi karena aparat merasa memiliki kekuasaan untuk memperlambat suatu urusan birokrasi. Di satu sisi, masyarakat kebanyakan menginginkan agar proses birokrasi bisa berlangsung dengan sangat cepat.

"Ini kembali kepada suatu ungkapan, kalau bisa diperlambat kenapa harus dipercepat," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar dalam diskusi "Pungli, Retorika dan Realitas" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10).

Dia mengatakan bahwa kejadian seperti itu bukan hanya terjadi di Kementerrian Perhubungan, yang beberapa waktu lalu ada oknum ditangkap polisi akibat suap perizinan. Menurutnya praktek pungutan liar juga terjadi di institusi lain, termasuk institusi Kepolisian.


"Jadi aparat Kepolisian juga jangan senang-senang. Karena ketika melakukan pelayanan publik, besok-besok ditangkap jangan kaget," tegasnya.

Pasalnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah menginstruksikan untuk tidak hanya melakukan operasi pembersihan pungli di luar institusi kepolisian, tapi juga diinternal mereka.

"Beberapa waktu lalu petugas kita untuk calo SIM sudah ditindak, dan demikian juga dengan pelayanan STNK. Itu juga sudah mulai satu per satu dilakukan penindakan. Karena memang ini harus diakui bahwa memang ini suatu yang sistemik di bangsa kita," ungkapnya.

Boy menyerukan agar aparat kepolisian jangan terlena dengan tetap melakukan pungli. Sebab, sejak operasi pemberantasan pungutan liar (OPP) digalakkan, sudah banyak laporan dari masyarakat yang menyampaikan ada aparat polisi yang melakukan pungli.

"Sekarang masyarakat ramai, masyarakat lapor Pak disini ada, disini ada. Ya biarlah semua kita lepas semua. Biar para polisi juga mengerti, ini loh masyarakat akhirnya berteriak semuanya," ketusnya.

"Jadi masyarakat bebas menyampaikan kepada kita. Insya Allah satu per satu penyakit-penyakit pungli ini bisa kita kikis. Bahkan kita tiadakan karena itulah tekad kita kita semuanya untuk mewujudkan kepolisian yang bersih, modern, terpercaya," lanjut boy.

Dia menegaskan bahwa Kapolri Tito sudah bertekad melakukan pembersihan pungli di internal polisi. Karenanya, Boy mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan melindungi anggota polisi yang melakukan praktek pungli. Anggota polisi yang tertangkap pelakukan pungli harus menerima resiko dari perbuatannya.

"Jadi kalau kemudian melakukan, jangan sampai berlindung di instituai, resiko. Resikonya apa, bisa kena hukuman diaiplin, kode etik dan juga pidana. Itu sangat tegas diaturan kita ada tiga lapis tindakan hukum yang akan diberikan pada petugas. Oleh karena itu, momentum ini, disampaikan oleh Pak Kapolri juga, tentu jangan sampai anggota kita menjadi terlena," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya