Berita

Wibi Andrino/Net

Hukum

Nasdem Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Ahok

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 10:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Nasdem mendukung Kepolisian untuk mengusut tuntas secara profesional kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Sebagai negara hukum, kami mendukung penuh langkah Polri mengungkap kasus ini, agar semuanya jelas terang benderang," kata Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, Sabtu (15/10).

Nasdem bersama PDIP, Golkar dan Hanura mengusung pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017.


Wibi mengungkapkan, Nasdem sendiri mendorong kasus ini dibuka.

Ia pun menyakini kepolisian akan bekerja secara profesional dan bebas intervensi dari pihak manapun. Kepolisian akan melakukan proses hukum tanpa terpengaruh opini publik.

Lebih lanjut Wibi mengatakan, pihaknya hingga kini masih menyakini apa yang diucapan ucapan Ahok tidak bertujuan untuk mendeskriditkan agama tertentu serta bukan termasuk tindak pidana.

Apalagi, kata Wibi, Ahok bersama Nasdem telah berkomitmen tidak akan menggunakan isu SARA hanya untuk kepentingan politik sesaat.

"Jadi kami sangat menghormati proses yang tengah berjalan. Biar kepolisian bekerja. Yang jelas, kami dari Nasdem akan menghadirkan pesta demokrasi di Jakarta secara terhormat dan haram menggunakan isu SARA," ujar Wibi dilansir dari RMOL Jakarta.

Diketahui, sejumlah elemen masyarakat melaporkan Gubernur Ahok ke Kepolisian karena tuduhan melakukan penistaan agama, terkait QS Al-Maidah 51, saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu beberapa waktu lau. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya