Berita

Foto/Net

Hukum

Jika Negara Lindungi Penista Agama Umat Islam Yang Bertindak

JUMAT, 14 OKTOBER 2016 | 15:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para ulama, habib dan tokoh muslim menuntut penegak hukum untuk segera memproses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penodaan agama. Mereka berharap proses hukum dijalankan bebas intervensi dari pihak manapun.

"Jika negara dan pemerintah Indonesia melindungi penista agama, maka para habaib dan ulama yang tergabung dalam Aksi Bela Islam menyerukan umat Islam akan bertindak secara bersama-sama atau sendiri-sendiri menegakkan hukum," tegas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

Rizieq mengungkapkan, pihaknya patuh dan siap untuk menegakkan hukum. Karenanya umat Islam meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap Ahok yang dianggap telah menistakan Al Qur'an dan menghina ulama, sebagaimana ditegaskan MUI.


Setelah membacakan petisi, Rizieq mengajak massa yang berjumlah ribuan untuk berjalan kaki bersama-sama ke Bareskrim Mabes Polri dilanjutkan ke Balaikota.‎ Rizieq juga meminta supaya peserta demo tertib dan tidak melanggar hukum.

"Kita patuh pada hukum, kita siap tegakkan hukum. Tapi kalau negara melindungi penista agama, maka kita yang akan menegakkan hukum," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama seperti dikabarkan RMOL Jakarta, Sekretaris Umum FPI, Ja'far Shodiq mengatakan, ‎penista agama harus dihukum.

‎"Di Bali saja, ada seorang ibu menghina sesajen orang Hindu, dia dihukum dan dipenjara. Kenapa di Jakarta tidak bisa?" tukasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya