. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin menerima kunjungan Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Suntana di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).
"Tadi Wakapolda silaturahim, konsultasi, kita berikan gambaran situasi," kata Kiai Ma'ruf seperti dikabarkan RMOL Jakarta.
Kiai Ma'ruf berharap supaya jangan sampai ada lagi isu-isu yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal itu dikatakan Kiai Ma'ruf kepada Wakapolda Metro Jaya, menyusul situasi yang memanas akibat pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai telah menghina Al Qur'an.
"Kita harapkan jangan ada isu-isu yang tidak baik yang mengganggu persatuan bangsa," kata dia.
‎Oleh karenanya, lanjut Kiai Ma'ruf, MUI berkomitmen untuk menjaga keadaan, mengimbau umat supaya tetap tenang. Karena menurutnya, itulah peran yang seharusnya dilakukan MUI.
"Kita menjaga keadaan ini dan itu memang komitmen di MUI. Tidak boleh melakukan di luar hukum dan apa yang dilakukan oleh polisi. MUI menjaga umat supaya tidak melakukan kegiatan yang destruktif," terangnya.
"Kita berkonsultasi kepada Wakapolda tentang kondisi situasi terkini. Kemudian Pihak Wakapolda menjalankan seperti apa tugasnya masing-masing. MUI menjalankan tugasnya menjaga umat," tukas Kiai Ma'ruf menambahkan.
Sebelumnya, MUI secara resmi menyatakan Gubernur Ahok telah menghina kitab suci Al-Quran dan Ulama. Dan sebelumnya, Ahok dilaporkan sejumlah pihak atas dugaan penistaan agama terkait pengutipan surat Al-Maidah ayat 51 saat berdiskusi dengan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
[rus]