Berita

Willem Rampangilei/Net

Nusantara

Peringatan PRB Bangun Kesadaran Tangguh Hadapi Bencana

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 14:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2016 yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara merupakan momentum untuk selalu mengarusutamakan PRB sehingga kesadaran tangguh melekat pada masyarakat dan menjadi suatu budaya dalam menghadapi bahaya dan bencana.

Konteks tersebut terangkum ke dalam tema acara Peringatan Bulan PRB "Gerakan Pengurangan Risiko Bencana untuk Ketangguhan". Peringatan tahunan ini memberikan kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan dan konsepsi PRB oleh berbagai pihak. Pada akhirnya, para pihak dapat saling meningkatkan kemitraan dalam penanggulangan bencana di Indonesia dan memberikan komitmen bersama, khususnya antar pemangku kepentingan.

Budaya PRB sangat penting mengingat Indonesia sangat rawan bencana. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jutaan penduduk Indonesia terpapar berbagai potensi bencana dengan kategori kelas sedang hingga tinggi. Sejak Januari 2016 hingga pertengahan September 2016, sekitar 1.652 bencana berdampak pada 334 jiwa meninggal, 371 luka-luka dan jutaan lain menderita. Sementara itu, data kejadian bencana 2002-2015, jumlah kejadian bencana cenderung naik setiap tahun.


Dalam sambutan pembukaan, Kepala BNPB RI, Willem Rampangilei berpesan bahwa kompleksitas dari strategi penanggulangan bencana membutuhkan kerjasama, kolaborasi, dan komitmen semua pihak sebagai upaya mengembangkan budaya pengurangan risiko bencana.

"Konsekuensi dari kemitraan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu," kata Willem yang juga selaku Chair pada Pertemuan ke-4 ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM), seperti dalam rilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (13/10).

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjaja mengatakan peringatan Bulan PRB bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pihak dalam konteks pengurangan risiko. Di samping itu, Wisnu menambahkan bahwa peringatan ini merupakan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB di seluruh Indonesia.

"Peringatan Bulan PRB telah menjadi agenda nasional sejak tahun 2013. Penyelenggaraan event ini sesuai dengan semangat Nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019," kata Wisnu.

Peringatan Bulan PRB di Kota Manado merupakan penyelenggaraan keempat sejak dilangsungkan pertama kali di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 2013 lalu. Berturut-turut penyelenggaran acara ini berlangsung di Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015) dan kali ini Kota Manado, Sulawesi Utara.

Penyelenggaraan acara ini sejalan dengan pengarusutamaan di tingkat internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) telah mempromosikan budaya PRB, termasuk pencegahan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan sejak 2009. UNISDR menetapkan 13 Oktober sebagai Hari Peringatan PRB Internasional.

Serangkaian kegiatan berlangsung selama Peringatan Bulan PRB 2016 ini, seperti seminar, diskusi, sosialisasi gerakan PRB, Tangguh Award danrally. BNPB melibatkan ribuan peserta dari berbagai mitra penanggulangan bencana, seperti kementerian/lembaga, TNI, Polri, organisasi masyarakat, organisasi internasional, lembaga PBB, organisasi kebencanaan, akademisi, relawan dan masyarakat.

Penyelenggaraan acara ini berlangsung secara pararel dengan acara internasional lain yaitu Pertemuan ke-29 ASEAN Committee on Disaster Management, ASEAN Day on Disaster Management dan  Pertemuan ke-4 AMMDM. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya