Berita

Foto: Net

Pemimpin Teruji Dan Penuh Waktu Di PSSI

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 12:46 WIB | OLEH: FRITZ E. SIMANDJUNTAK

BERSAMA beberapa tokoh sepakbola nasional semalam terjadi dialog cukup menarik dengan Wiranto, Menko Polhukam, dan Moeldoko, calon Ketua Umum PSSI. Keduanya adalah mantan Panglima TNI bahkan Wiranto pernah menjabat sebagai Ketua Umum cabang olahraga Taekwondo, Karate dan Bridge.

Berdasarkan pengalamannya di beberapa cabang olahraga tersebut, dan mengamati kepemimpinan yang dibutuhkan oleh organisasi PSSI saat ini Wiranto menyimpulkan beberapa hal.

Pertama, PSSI harus dipimpin oleh orang yang bisa bekerja penuh waktu. Komitmen waktu itu menjadi sangat penting karena tantangan dan permasalahan PSSI sangat kompleks. Beberapa masalah yang dicatat beliau antara lain: Kompetisi berjenjang, baik dari usia muda sampai profesional. Peningkatan mutu pelatih dan wasit.


Hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan stakehokders lainnya. Juga yang tidak kalah penting adalah prestasi. Masyarakat sangat merindukan prestasi terbaik di cabang sepakbola. Karena sangat erat hubungannya dengan nasionalisme.

Kedua, hendaknya ketua umum PSSI sudah teruji dalam memimpin organisasi kredibel. Hal ini akan sangat memudahkan pemilih dalam menentukan calon ketua umumnya. Organisasi yang kredibel misalnya TNI atau perusahaan swasta terkenal. Di mana orang tersebut pernah menjadi orang nomor satu di sana.

Ketiga, gaya kepemimpinannya harus lebih horizontal. Dia harus mau mendengar, merangkul, mengawal agar bisa mengantar organisasi PSSI ke arah yang lebih baik.

Dengan gaya kepemimpinan horizontal tersebut akan terjalin hubungan yang indah antara pemimpin dengan semua stakeholdersnya termasuk pemerintah.

Apa yang diutarakan Wiranto cukup mengejutkan karena secara tidak langsung mengarah kepada adik angkatannya di TNI Moeldoko.

Dan ketika ditanyakan bukankah Presiden Jokowi mendukung Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rachmayadi sebagai Ketua Umum PSSI. Dengan tegas Wiranto menegaskan sejauh ini tidak. Dinyatakan beliau bahwa pengalamannya sebagai pembantu Presiden sejak era Soeharto, tidak pernah ada Presiden yang langsung ikut kutak katik menempatkan seseorang memimpin cabang olahraga. Apalagi di era demokrasi dan keterbukaan sekarang ini. Presiden Jokowi juga netral.

Terlepas dari pandangan Wiranto tentang kebutuhan dan kriteria pemimpin di PSSI, harus diakui tugas sangat berat memang dihadapi Ketua Umum PSSI periode 2016-2021. Apalagi setelah mengalami sanksi pembekuan dari FIFA akibat intervensi pemerintah lalu.

PSSI dan pemerintah harus berjalan seiring dalam membangun kembali persepakbolaan di tanah air. Seperti yang dilakukan Australia, dihasilkan "Cooperative Agreement" antara pemerintah Australia dan induk organisasi sepakbolanya. Kontribusi masing-masing diurai dan dijabarkan sejara jelas dengan target waktu pencapaian.  Hal yang sama hendaknya terjadi pada kepengurusan PSSI mendatang.

Semoga Kongres PSSI kali ini berjalan lancar dan ketua umum terpilih bisa menjalankan tugas yang sangat berat dalam memenuhi harapan stakeholdersnya.[***]


Sosiolog, pengamat olahraga dan tinggal di Jakarta.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya