Berita

Bisnis

Pedagang AMDK Bantah Ada Larangan Jual Produk Tertentu

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 00:45 WIB | LAPORAN:

Pedagang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Jakarta dan sekitarnya mengaku tak pernah dipaksa oleh pihak manapun untuk menjual atau tidak menjual merek tertentu.

Berbagai merk AMDK ternama, seperti Aqua, VIT, Ades, Club, dan Le Mineral, selalu dipajang dan dijual di toko masing-masing. Namun, keputusan untuk membeli yang mana tetap berada di tangan konsumen.

Yunani Hartati, pemilik toko Yuyun” di depan Terminal Babelan, Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, tidak pernah ada larangan dari sales produk AMDK manapun, termasuk merk ternama Aqua, untuk tidak menjual produk pesaing.


"Enggak ada satupun sales yang melarang atau mengancam saya agar tidak menjual produk tertentu. Saya sih jual yang laku saja. Aqua yang paling laku,” kata Yuyun.

Pernyataan Yuyun ini membantah rumor yang menyebutkan tokonya hanya boleh menjual merek tertentu. Sebagai pedagang, Yuyun hanya meminta kepada sales untuk dapat menerima kembali barangnya jika tidak laku terjual.

"Kalau memang barangnya enggak jalan (laku), ya saya minta ditarik kembali. Gudang saya bisa penuh kalau dijadikan tempat penitipan," tuturnya.

Hal senada juga diucapkan oleh pemilik Toko Wanda di Jalan Kramat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Pasarnya sudah masing-masing. Aqua yang paling banyak dibeli, karena produknya sudah lama dikenal di masyarakat," tutur Wanda.

Diungkapkannya, biasanya dia menyimpan stok merek Aqua sampai 100 dus, sedangkan produk lainnya antara 10 sampai 30 dus saja.

Sementara, Ahmad Syafei, pedagang di Ciracas Jakarta Timur, menegaskan bahwa hubungan dengan para pelanggan tidak akan berlangsung lama jika ia dipaksa menjual satu produk saja di tokonya.

"Kami sudah berdagang puluhan tahun, dan tahu bagaimana sebuah produk bisa bertahan di pasar. Yang pasti, pasar yang akan menentukan. Produk yang disukai yang bisa bertahan," pungkasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya