Berita

Foto/Net

Politik

Pernyataan Megawati Soal Ahok Melukai Hati Masyarakat Babel

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 12:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Apalah tanda batang idat
Batang idat merah pucuknya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya.


Pantun itu disampaikan DR Dato' Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung, menanggapi pernyataan tokoh nasional Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengidentikan prilaku sikap kasar, bahasa jorok dan tindakan bengis, Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung.

Pantun itu disampaikan DR Dato' Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung, menanggapi pernyataan tokoh nasional Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengidentikan prilaku sikap kasar, bahasa jorok dan tindakan bengis, Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung.

Mustafa mengatakan, LAM Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung sangat kecewa atas pernyataan Megawati itu.

"Anak kalimat Ibu Megawati 'kalau nggak begitu (mulut kotor, kasar dan bengis), namanya Ahok bukan orang Bangka" sungguh sebuah pernyataan yang menggeneralisasikan orang Bangka berperangai buruk seperti yang dipertontonkan Saudara Ahok: tidak beradat!" kata dia dalam keterangan terulisnya, Rabu (13/10).

Menurut Mustafa, pernyataan Megawati itu sangat melukai hati seluruh masyarakat Bangka Belitung yang mayoritas pribumi Melayu, yang berpegang teguh pada 'adat bersendikan syara', syara' bersendikan kitabullah' - dengan jatidiri Melayu yang bijaksana, ramah tamah, bertutur kata tak terkira, menyanggah dengan senyum, marahnya dengan diam, kurang ajarpun tetap santun, menikam lawan dengan pantun.

"Saudara Ahok, benar kelahiran Belitung, tapi jauh dari adab, adat dan nilai-nilai kesantunan Melayu Babel. Janganlah 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga'," ungkapnya.

Mustafa pun berharap Megawati yang juga Presiden Kelima RI itu menginsyafi bahwa ucapan dan tindakannya berkenaan dengan  isu Ahok, mengandung kekeliruan yang patal.

"Kami berharap Ibu Megawati, putri kandung dari Allahyarham Haji Soekarno yang menyatu dengan ruh menumbing paku aras Pulau Bangka, berani jujur meralat ucapannyanya, demi kehormatan rakyat Bangka Belitung serta bagi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia," imbuhnya.

Saat akan menutup komenarnya, Mustafa kembali melantunkan sebuah pantun.

Buah duku bukanlah langsat
Mangga asam berserakan di jalan
Sebelum jauh langkah ..tersesat
Pulanglah Ibu Mega ke awal  jalan....


Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengku bisa memaklumi karakter Ahok yang ceplas-ceplos saat memberi pernyataan. "Banyak orang memberikan sentimen emosional, 'Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan'," kata Megawati di Blitar, Jawa Timur, Senin lalu (10/10).

Megawati bahkan telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar memberi permakluman terhadap karakter Ahok. Soalnya, lanjut Megawati, karakter orang Bangka memang dikenal lugas. Pembawaan Ahok itu tentu berbeda dengan orang Jawa yang lembut. "Saya bilang pada tingkat Presiden, ya Ahok kalau mulutnya tidak begitu, ya dia bukan orang Bangka," sebut dia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya