Berita

Deding Ishak/Net

Sosialisasi Empat Pilar Harus Dikoreksi Biar Makin Keren

RABU, 12 OKTOBER 2016 | 06:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. MPR RI sejauh ini sudah menempuh jalan yang benar dalam melaksanakan sosialisasi Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tungga Ika.

Hanya saja, sosialisasi yang dilakukan melalui pidato harus dikoreksi. Sebagai ganti, MPR harus mampu menyodorkan empat pilar, agar terlihat semakin keren dan dapat diterima generasi muda. Selain itu generasi muda juga membutuhkan ketauladanan, agar bisa menerima Pancasila, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Ini penting untuk segera dilakukan, agar keberadaan Pancasila tidak semakin jauh atau malah ditinggalkan masyarakat, khususnya generasi muda. Jangan sampai nilai-nilai yang baik, yang ada pada Pancasila malah digantikan ideologi lain dari luar yang belum jelas kegunaannya. Sementara Pancasila sendiri, terbukti mampu mengawal bangsa Indonesia, terlepas dari perpecahan.


Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI, Dr. Deding Ishak saat menjadi pembicara pada Dialog MPR Rumah Kebangsaan, di Perpustakaan MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10). Bersama Anggota Lembaga Pengkajian MPR HM. Wahidin Hasan Ismail, Deding membahas tema 'Nilai-nilai Kebangsaan Menangkal Budaya Radikalisme'.

Era Globalisasi, kata Deding sangat mengancam eksistensi identitas, ideologi dan budaya bangsa. Apalagi, dalam era globalisasi, peperangan bukan lagi berbentuk  perang fisik. Tetapi perang idologi, budaya, dan nilai-nilai luhur. Karena itu, kalau tidak segera diwaspadai, bukan tidak mungkin akan ada  semakin banyak generasi muda yang meninggalkan Pancasila.

"Pancasila adalah ideologi yang hidup, Pancasila juga menjadi dasar dan ideologi bangsa. Karena itu kita harus menunjukkan kerennnya pancasila sebagai ideologi, dasar negara, dan nilai-nilai luhur bangsa," kata Deding menambahkan.

Senada dengan Deding, Wahidin Hasan Ismail juga mengingatkan kemungkinan adanya pihak tertentu yang memiliki agenda merusak Indonesia. Mereka inilah yang dengan sengaja memasukkan nilai-nilai radikalisme dikalangan generasi muda. Sehingga Indonesia tidak fokus melaksanakan pembangunan, karena harus menyelesaikan persoalan radikalisme, intoleransi dan berbagai kerusuhan.

Apalagi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman, memang sangat rentan terhadap isu SARA. Keramagan itulah yang bisa membuat Indonesia semakin kuat karena bersat, atau pecah karena saling bertikai.

"Kita masih memiliki persoalan terkait kesejahteraan dan keadilan. Keduanya harus dikelola dengan baik, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang ingin memecah belah kita," tukas Wahidin menambahkan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya