Berita

Willem Rampangilei/Net

Dunia

Semua Jenis Bencana Berpotensi Terjadi Di Kawasan ASEAN

SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 11:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penguatan ketangguhan ASEAN menjadi agenda bersama sebagai bentuk kerjasama, kolaborasi dan solidaritas antar negara di kawasan ini. Pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-29 berupaya untuk membahas berbagai isu terkait penanggulangan bencana sesuai dengan koridor yang terangkum dalam prioritas program kerja AADMER 2016-2020.  

Belajar dari rentetan kejadian bencana besar di ASEAN, bencana telah memberikan dampak kerugian yang sangat besar. Kerugian triliunan rupiah, korban meninggal, menderita maupun kerusakan infrastuktur. Hal tersebut mendorong negara-negara ASEAN untuk membangun ketangguhan bersama menghadapi bencana. Bencana besar tadi telah memberikan dampak signifikan baik kerusakan dan korban jiwa terhadap negara-negara ASEAN seperti Tsunami Aceh (2004), Siklon Nargis (2008), Gempabumi Padang (2009), Tsunami Mentawai (2010), Erupsi Merapi (2010), Banjir Bankok (2011), Gempabumi Bohol (2013), dan Siklon Haiyan (2014).

Potensi bahaya yang berujung pada bencana mendorong ASEAN dengan semangat 'One ASEAN One Response' tidak hanya beraksi pada saat respon tetapi juga beragam konteks dalam penanggulangan bencana. Tujuan besar yang ingin dicapai di kawasan ini adalah masyarakat ASEAN yang tangguh menghadapi bencana dimana hal tersebut juga menjadi tema ASEAN Day on Disaster Management 2016, yaitu 'One ASEAN Community for Better Resilience'.


Pada sambutan pembukaan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampangilei menyampaikan bahwa masyarakat ASEAN yang berjumlah lebih dari 650 juta ini hidup di kawasan yang rawan bencana. Di sisi lain, bencana alam telah berdampak pada kerugian di kawasan hingga 4,4 miliar dolar AS setiap tahun.

"Menyikapi kerugian di kawasan ASEAN, saya sangat bangga dengan deklarasi bersama 'One ASEAN One Response' pada 6 September 2016," kata Willem terkait dengan upaya bersama membangun ketangguhan dan penanggulangan bencana di kawasan, di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/10).

Negara-negara ASEAN menghadapi risiko bencana yang sangat tinggi. Berdasarkan data Bank Dunia 2011, sejak tahun 2000 lebih dari 100 juta jiwa terkena dampak bencana alam. Hampir semua jenis bencana berpotensi terjadi di kawasan ini, seperti gempabumi, erupsi gunungapi, tsunami, banjir, siklon, longsor, dan kekeringan. Kawasan ASEAN berpotensi menderita kerugian akibat bencana sebesar 4,6 miliar dolar AS atau sekitar 0,2 persen dari pendapatan domestic bruto (PDB) kawasan setiap tahunnya.

Cita-cita ketangguhan terintegrasi dalam prioritas program kerja AADMER 2016 -2020. Seiring dengan konteks tersebut, ASEAN melalui pertemuan ACDM ke-29 ini bertujuan untuk membahas perkembangan dan pengalaman dengan fokus pada empat komponen strategis, salah satunya kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Pembahasan pada pertemuan kali ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan pada 26-29 April 2016 di Semarang, Jawa Tengah.

"Kali ini, AHA Centre akan memasuki Governing Board Meeting yang kelima, dimana hal-hal strategis mengenai AHA Centre nantinya akan dibahas," ujar Said Faisal, Direktur Eksekutif AHA Centre menambahkan.

Indonesia sebagai keketuaan ACDM memilih Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara sebagai tuan rumah penyelenggaraan karena provinsi ini rawan bencana dan sekaligus sebagai provinsi tujuan wisata bahari. Bersamaan dengan ACDM ke-29, Indonesia juga menyelenggarakan secara pararel kegiatan nasional dan regional, seperti 4th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM), ASEAN Day on Disaster Management (ADDM) dan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2016. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya