Berita

Foto/Net

Bisnis

Kimia Farma Gaet Investor Korsel Bangun Pabrik Bahan Baku Obat

SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KF) mulai membangun pabrik bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredient (API) pertama di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Jawa Barat.

Investasi pabrik dengan kapa­sitas produksi 30 ton per tahun ini sebesar Rp 132 miliar, dan dilaku­kan dengan sistem Joint Venture (JV) bersama PT Sungwun Phar­macopia Indonesia perwakilan dari Sungwun Pharmacopia Co. Ltd dari Korea Selatan.

Diungkapkan Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Rusdi Ros­man, Kimia Farma menjadi pilot project industri bahan baku obat di Indonesia.


"Sejak merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki pabrik bahan baku obat sendiri. Bahan baku obat kita 100 persen masih tergatung dari impor China dan India, ini kan miris," kata Rusdi saat groundbreaking pabrik Kimia Farma di Cikarang, Jawa Barat, kemarin.

Ia melanjutkan, saat ini Indonesia memiliki kebutuhan bahan baku obat sebanyak 2.200 item.

Dengan dibangunnya pabrik Kimia Farma ini, perseroan menargetkan bisa memproduksi 50 persen kebutuhan bahan baku obat nasional dalam 10 tahun kedepan.

"Tahap awal kita produksi untuk 15 item dan terus diting­katkan sampai 20 item. Target dalam 10 tahun, kita bisa penuhi 50 persen kebutuhan nasional," lanjutnya.

Dengan hadirnya pabrik bahan baku obat ini, harga obat dalam negeri diharapkan juga bisa ditekan.

Dilanjutkannya, dalam pem­bangunan pabrik ini, Kimia Farma menggandeng Sungwun Pharmacopia Co. Ltd sebagai mitra karena perusahaan tersebut memi­liki teknologi untuk memproduksi Bahan Baku Obat (API).

Selain itu, Sungwun juga ber­sedia melakukan alih teknologi dan alih pengetahuan tentang produksi Bahan Baku Obat, dengan memberikan training di Korea Selatan selama 1 (satu) tahun untuk seluruh SDM yang bekerja di pabrik, yang akan dimulai akhir tahun ini.

"Dengan porsi saham 70 persen untuk Kimia Farma, mereka memberikan jami­nan pembelian produk dengan sistem take or pay, atas seluruh hasil produk yang dihasilkan, karena mereka telah memiliki jaringan pasar yang cukup luas yaitu di Jepang dan Amerika," sambung Rusdi.

Didukung Menkes


Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang hadir di acara tersebut menambahkan, dengan adanya alih teknologi dan alih pengetahuan ini, diharapkan In­donesia ke depan dapat memiliki kemampuan untuk mengem­bangkan bahan baku obat secara mandiri.

"Indonesia juga harus bisa melakukan riset dan pengembangan, khususnya untuk pengem­bangan Bahan Baku Obat," ujarnya.

Kementerian Kesehatan, kata Nila, akan mendorong industri farmasi nasional untuk terus mengembangkan pabrik bahan baku obat secara mandiri. Hal itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No.6/2016 tentang Percepatan Pengemban­gan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan

"Apa yang terjadi kalau tidak bisa membuat bahan baku obat sendiri. Akhrinya masyarakat yang tertimpa dampaknya dan tingkat kematian meningkat. Kita harus buat bahan baku obat dalam negeri. Tentunya juga ba­han baku herbal dan suplemen," katanya.

Pabrik baru Kimia Farma ini berlokasi di Jl. Angsana Raya Blok A 06 001, Delta Sili­con 1, Kawasan Industri Lippo Cikarang, dengan luas 5.000 meter persegi dari 6 hektare yang disediakan. Nilai investasi yang dikeluarkan di luar tanah sekitar Rp132 miliar.

Adapun jenis bahan baku obat yang akan diproduksi delapan item, antara lain Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, Pantoprazole, Esomeprazole, Rabeprazole, Clopidogrel dan Sarpogrelate dengan total ka­pasitas produksi 30 ton per tahun. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya