Berita

Ramdansyah/Net

Wawancara

WAWANCARA

Ramdansyah: Kami Punya Bang Haji Yang Bisa Dijual, Parpol Lain Pasti Mau Bergabung

SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 08:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Islam dan Damai (Idaman) belum pupus ambisin­ya untuk bisa ikut serta dalam Pemilu 2019 pasca dinya­takan tidak lolos verifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Partai yang dikomandoi Raja Dangdut Rhoma Irama ini tengah ancang-ancang akuisisi 4 parpol lain yang sudah punya badan hukum di Kemen­kum HAM agar bisa ikut verifikasi di KPU.

"Kanada 73 parpol berbadan hukum. Tinggal nanti kami tentuin mana, kemudian dekati supaya bisa melakukan akui­sisi atau fusi (penggabungan)," kata Sekjen Partai Idaman Ramdansyah kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun parpol mana yang menjadi incaran Partai Bang Haji (panggilan Rhoma Irama) untuk diakuisisi masih belum jelas. Yang penting, lanjut Ramdan, pihaknya terus melakukan ko­munikasi dan pilah-pilah parpol yang akan didekati. Berikut wawancara selengkapnya ;


Jadi Partai Idaman serius mau akuisisi partai lain?
Karena berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), partai yang mau ikut pemilu harus lolos verifikasi Kemenkumham 2,5, tahun sebelum pemilu. Nah 2,5 tahun sebelum 2019 itu jatuh pada 9 Oktober kemarin, di mana kami dinyatakan tidak lulus. Kalau tidak akusisi, kami harus menunggu hingga 2021 untuk memperbaiki, dan baru bisa ikut Pemilu 2024.

Sepertinya Partai Idaman ambisi sekali bisa ikut Pemilu 2019?
Tiap parpol kan punya tujuan. Tujuan kami itu Islam yang rah­matan lil alamin dan Indonesia yang Pancasilais. Kami hanya berusaha mewujudkan itu. Kami ini sudah kalah secara ekonomi oleh kekuatan. Kami berupaya jangan sampai kalah juga secara politik. Minimal kami bisa ber­juang secara politik.

Ingin jadi peserta pemi­lu, ada kaitannya ya Rhoma Irama untuk nyapres?
Hahaha... Bang Haji (Rhoma Irama) itu sudah pernah di DPR dan pernah dicapresin. Beliau enggak ngejar itulah. Yang dia ingin wujudkan itu Islam rah­matan lil alamin dan Indonesia yang Pancasilais.

Kalau Partai Idaman aku­sisi, nanti kepengurusan bisa berubah. Bagaimana bila da­lam akusisi partai yang baru Rhoma Irama tidak jadi ke­tum lagi? Apa rela...
Makanya kan sekarang kami masih memilah dan memilih. Kami berupaya dapat yang be­nar-benar sesuai keinginan kami. Lagipula Bang Haji kan punya popularitas sendiri. Parpol lain juga pasti memilih yang posisi tawarnya lebih bagus.

Bagaimana dengan kepen­gurusan dari parpol yang diakuisisi?
Itu tadi, kami upayakan meng­komodir pengurus kami dan partai lain yang bergabung. Bagaimana pun kan masih ada 16 persen pengurus DPW dan 54 persen pengurus PAC yang bisa diisi. Kalau ada yang bentrok ya terpaksa digabung.

Namun yang perlu diingat, akuisisi itu biayanya tidak sedikit lho...

Ada beberapa cara. Pertama, kami lebih kepada menjual posisi tawar kami yang tinggi tadi. Kami punya Bang Rhoma yang merupakan legenda, kami punya 84 persen pengurus DPW dan 54 persen pengurus PAC. Kedua ya kita sharing, biayanya dibagi dua dengan partai yang bergabung.

Rencana akusisinya kan baru tahap penjajakan. Kalau seandainya tidak ada parpol yang mau diakusisi bagaima­na?
Saya optimis akan ada yang mau. Ini kan baru awal, dan di awal saja sudah ada empat par­pol yang mendekat. Kami masih punya 10 bulan lagi sebelum masuk ke tahapan verifikasi KPU. Kami optimis bisa ikut Pemilu 2019.

Mengapa anda bisa optimis seperti itu?
Karena partai ini punya hal yang bisa ditawarkan, "dijual" kepada partai lain. Pertama daya tariknya itu bang haji Rhoma. Beliau kan tokoh populer dan legenda.

Kemudian kedua kami sudah punya infrastruktur kepengurusan diberbagai daerah. Mengumpulkan 433 DPW dan 3104 PAC itu tidak mudah. Parpol - parpol tahu itu. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya