Berita

Ahok/Net

Nusantara

Ditegur MUI, Alasan Ahok Minta Maaf Ke Umat Islam

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 10:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan alasan kenapa harus meminta maaf terkait omongannya soal QS Al-Maidah ayat 51 yang telah membuat tersinggung umat Islam.

"MUI (Majelis Ulama Indonesia) DKI sudah tulis surat kepada saya, memperingati keras, minta saya untuk fokus saja untuk kemaslahatan umat. Jangan omongin tafsiran-tafsiran agama yang sensisitif. Karena sesama agama pun bisa menafsirkannya berbeda. Ya sudah, saya minta maaf untuk itu. Saya sampaikan mohon maaf," kata Ahok di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/10).

Ahok menegaskan dirinya bukanlah anti Islam. Bahkan, sebaliknya mantan Bupati Belitung Timur ini mengklaim telah banyak membantu umat Islam lewat program yang dijalankannya di Pemprov DKI.


"Saya juga bukan anti Islam. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al-Quran. Saya dari kecil kamu juga bisa lihat, bukan mau riya, sekolah-sekolah Islam kita bantu izin sudah berapa banyak selesaikan izin, termasuk KJP untuk madrasah, bangun masjid. Kamu bisa lihat tindak-tanduk saya, ada enggak mau musuhin Islam, ada enggak pengen melecehkan Al-Quran," ungkap Ahok membeberkan.

Terkait ucapannya saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu, menurut Ahok tidak seharusnya dipermaslahkan. Mengingat saat itu susasananya cukup cair dan tidak ada yang mersa tersinggung atau protes atas ucapannya.

"Kalian bisa lihat suasana videonya seperti apa. TvOne dan semuanya juga ada di lokasi kok. Kok enggak ada TV yang menganggap itu sebuah pelecehan. Tidak ada niat apapun. Orang Kepulauan Seribu pun saat itu satupun tidak ada yang tersinggung, mereka tertawa-tawa kok," urainya dilansir dari RMOL Jakarta.

Meski demikian, Ahok tetap saja dilaporkan oleh sejumlah pihak yang merasa tersinggung dan tidak terima terkait dugaan penistaan agama tersebut.

"Makanya saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Yang pasti saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Jangan sampai mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya