Berita

Foto/Net

Politik

Rerempuan Kosgoro Siap Bantu Pemerintah Sosialisasikan GenRe

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 07:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pimpinan Kolektif Kosgoro (PPK) Kosgoro 1957 melalui ormas perempuan andalanya, Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957 menggelar sosialisasi Generasi Berencana (GenRe) di lingkungan ormas yang didirikan Kosgoro bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

GPPK 1957 terpanggil untuk ikut membantu mendesiminasi dan mengedukasi anak bangsa menghindari ancaman pernikahan dini, seks pra nikah dan penggunaan napza yang berakibat masa depannya hancur.

Demikian penegasan Ketum PPK Kosgoro 1957, HR. Agung Laksono saat digelarnya sosialisasi Generasi Berencana (GenRe) di Aula Kosgoro 1957, Cipinang, Polonia, Jakarta, Minggu (8/10).


Sosialisasi GenRe dihadiri Ketum PPK Kosgoro, Ketum GPPK Nurlaela Azhar Romli, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat Dr Abidinsyah Siregar, Wakil Ketua Komisi X DPR Syamsul Bachri, Anggota DPR Azhar Romli dan pengurus ormas yang didirikan Kosgoro 1957.

Agung Laksono meminta keluarga besar Kosgoro 1957 membantu Pemerintah memecahkan penyakit masyarakat yang menjadi ancaman bangsa tersebut. Menurut Agung yang juga Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, GPPK 1957 sebagai ormas perempuan Kosgoro 1957 dinilai sangat aktif dalam kegiatan untuk membantu Pemerintah dalam upaya pencegahan ancaman terhadap generasi muda dimulai dari keluarga.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat Dr Abidinsyah Siregar mengatakan dari apa yang dia dengar, lihat, dan temui dari semua provinsi, problem yang selalu didapati adalah di setiap daerah muncul angka pernikahan dini yang cukup tinggi.

"Dari kajian para ahli, adanya pernikahan dini menjadi simbol kemiskinan negara miskin dan simbol keluarga miskin," jelasnya.

Keluarga yang tidak mau miskin, lanjut Abidin, tentu tidak mau terjebak dalam pernikahan dini. Karena mereka menyadari pernikahan dini akan berakibat buruk dari semua aspek. Dari aspek kesehatan dan sosialnya.

"Ini mengakibatkan mereka bisa berhenti cara berfikirnya, terutama kaum perempuan menjadi makhluk yang tidak berdaya. Maka saya meminta Perempuan Kosgoro jangan menjadi  makhluk yang lemah karena perempuan menjadi tiang bagi generasi muda masa depan. Menjadi tiang negara. Apa jadinya jika tiang negara rapuh?" ungkap Abidin.

Maka semua pihak terutama Perempuan Kosgoro harus menjadi garda terdepan untuk tidak melakukan seks pranikah, mencegah pernikahan dini dengan berkomitmen menikah pada usia 21 tahun sebagai usia ideal untuk perempuan. Menurut data Kemenkes sarangnya kematian ibu sebanyak 41 persen disumbang oleh perempuan usia dini dan yang tidak meninggal angka perceraian juga menunjukkan angka tinggi.

"Kalau sudah begini apa mau mau masa depan perempuan Indonesia mati sia-sia. Maka kita harus sepakat untuk tidak menikah dini.  Dan juga mencegah narkoba. Karena tiap hari puluhan ribu anak bangsa meninggal karena narkoba. Semua pihak juga harus mau memastikan tidak mencobaa narkoba dimulai dari tidak merokok. Dengan begitu Generasi Muda ke depan harus lebih baik karena Remaja Genre: Sehat, Cerdas, Ceria. Genre Indonesia: Saatnya yang Muda yang Berencana," jelas Pengurus Kahmi Pusat ini.

Sementara itu Ketum GPPK Nurlaela Azhar Romli menandaskan bahwa ormas perempuan yang dipimpinnya siap memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, dekapan fungsi keluarga, TRIAD KRR (seksualitas, HIV, dan AIDS serta Napza), keterampilan hidup, gender, advokasi dan KIE. Menurut Nurlaela masa remaja adalah masa peralihan tiap anak menuju masa dewasa sebagai penentu masa depan mereka.

"Sensus Penduduk 2010 menunjukkan jumlah remaja sangat besar sebanyak 67 juta. Jumlah besar tersebut dapat menjadi potensi bagi pembangunan bangsa meski kenyataannya permasalahan remaja masih cukup banyak," jelas Nurlaela.

Output dari sosialisasi ini jelas dia adalah terbentuknya Pusat Informasi Konseling Remaja/ Mahasiswa (PIK R/M) yang diawali di Kelurahan Cipinang Cempedak dan kampus Institut Bisnis Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K 57). [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya