Berita

Hukum

Peradilan Yang Bersih Pun Tidak Berhak Mencabut Nyawa Manusia

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 01:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hukuman mati merupakan jenis hukuman yang tidak manusiawi dan tidak beradab. Pernyataan menolak hukuman mati bagi para terpidana kembali dikeluarkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hapus Hukuman Mati atau Koalisi Hati.

"Kami mendesak pemerintah melakukan moratorium eksekusi terpidana mati di Indonesia," ujar inisiator Koalisi Hati, Arif Maulana, dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Jokowi Terkait Penghormatan atas Hak Hidup dan Hukuman Mati" di Kantor YLBHI, Jakarta, Minggu (9/10).

Koalisi Hati juga mendesak pemerintah untuk membentuk tim independen guna menyelidiki praktik-praktik peradilan sesat, khususnya untuk kasus-kasus terpidana mati‎.


"Terpenting, kami mendesak agar pemerintah menghapus ketentuan pidana mati dalam Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana," kata pengacara publik dari LBH Jakarta itu.

Sementara inisiator lain, Erwin Natosmal Oemar, menegaskan bahwa hukuman mati bertentangan dengan hak asasi yang dimiliki setiap orang. Menurutnya, setiap manusia berhak untuk hidup dan hanya Tuhan yang bisa mencabut nyawa seseorang.

"Jadi, meskipun peradilan kita sudah tidak korup, hukuman mati tetap tidak boleh," ujar peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) itu.

Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Hati ini antara lain, Imparsial, YLBHI, Kontras, Elsam, LBH Masyarakat, LBH Jakarta, LBH Pers, HRGW, PBHI, PKNI, ILR, INFID, MAPPI FH-UI, Migrant Care, ICJR, dan FIHRRST. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya