Berita

Akbar Tandjung/Net

Politik

Akbar Tandjung: Pembelaan Novanto Ke Ahok Justru Bikin Umat Islam Tersakiti

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 20:09 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membela sikap Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada agama Islam melalui surat Al Maidah ayat 51. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ahok tidak menyinggung umat Islam.

Sikap ini disayangkan oleh Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Sebagai orang yang dekat dengan Ahok, kata Akbar, Novanto seharusnya mengingatkan Ahok untuk minta maaf kepada umat Islam yang telah disakitinya.

"Nampaknya Ahok memang telah salah menyampaikan sesuatu yang bukan menjadi wilayahnya. Makanya menurut saya, Novanto sebagai orang yang dekat dengan Ahok seharusnya meminta Ahok untuk meminta maaf, bukan justru membela kesalahannya," ujar Akbar ketika dihubungi Sabtu (8/10).


Akbar menilai, pembelaan Novanto justru akan lebih membuat umat Islam tersakiti. Dalam kasus ini, lanjut Akbar, Ahok jelas tidak memahami bahwa apa yang dikatakannya salah, maka itu ia harus diingatkan.

"Kalau saya dekat dengan seseorang yang melakukan kesalahan yang menyinggung perasaan masyarakat banyak, saya justru akan bicara kepadanya agar meminta maaf atas kesalahannya dan bukan membela kesalahannya,terlebih hal ini menyangkut agama," tegasnya.

Politisi senior ini kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan mencari waktu untuk bicara dengan Novanto terkait hal ini. Sebab, tak lama setelah kejadian tersebut, ia didatangi akar rumput Partai yang mengharapkan agar Partai Golkar mengevaluasi dukungannya pada Ahok.

"Saya rasa tidak pantas lah Ahok bicara seperti itu karena akan membuat masyarakat tidak tenang, lebih baik minta maaf saja. Saya akan bicara dengan Novanto" ujar mantan Ketua DPR ini.

Lebih lanjut Akbar juga menyinggung Ahok akan peran DPR dalam menghilangkan kata asli dalam syarat sebagai presiden harus orang Indonesia asli dalam UUD '45.

"Kita sudah menghilangkan kata asli, artinya kita menghormati kemajemukan, para pendiri bangsa juga begitu. Indonesia majemuk dari segi keturunan, suku, agama dan memberikan kesempatan yang sama termasuk bidang politik untuk semua warga negaranya," ujarnya.

"Kalau kami saja bisa menghormati keberagaman, masak Ahok yang menikmati hasilnya saja tidak bisa?" demikian Akbar. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya