Berita

Gedung KPU Jakarta/Net

Politik

KPU Jakarta Diwanti-wanti Agar Bebas Dari Tekanan Kekuasaan

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 15:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta diminta untuk mengedepankan netralitas dalam Pilkada Jakarta 2017 demi terselengaranya pemilihan yang demokratis dan tentu sesuai dengan harapan warga ibukota.

"Pilkada Jakarta adalah cerminan pertarungan politik yang melibatkan elit politik nasional dan akan mempertarungkan kepentingan politik banyak pihak termasuk kepentingan Istana sehingga netralitas penyelengara pemilu untuk bebas dari tekanan dan godaan kekuasaan akan dipertaruhkan kredibilitasnya," kata dosen FISIP Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Jakarta, Ziyad Falahi, Sabtu (8/10).

Hal senada juga disampaikan oleh dosen komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menanggapi informasi potensi ketidaknetralan KPU Jakarta akibat tekanan politik kelompok tertentu.


"Pilkada Jakarta tidak bisa dianggap sepele, karena uang yang dikelola di Jakarta ini bisa mengalahkan anggaran satu kementerian yang jumlahnya mencapai puluhan triliun. Jadi tidak heran bahwa pertarungan politik di Jakarta bisa berpotensi diintervensi kekuatan kekuasaan tertentu jika dilihat dari sudut pandang politik tersebut," ucap Emrus saat dihubungi terpisah.

Dia berharap KPU Jakarta, termasuk Panwsalu Jakarta dan Polda Metro Jaya harus bertindak pada aturan dan bertindak netral, jangan sampai terpengaruh oleh kekuatan kekuasan.

"Yang berdaulat di negeri ini adalah rakyat, berdaulat itu bukan kekuasan, bukan partai politik. Jadi jika nantinya ada tekanan atau intervensi kepada KP Jakarta bisa segera melaporkan ke polisi agar secepatnya diusut," lanjut Emrus.

Diketahui, ada tiga bakal pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU Jakarta. Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat diusung PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Hanura. Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerinda dan PKS. Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan KPU Jakarta, penetapan pasangan calon diumumkan pada 24 Oktober 2016. Adapun masa kampanye para pasangan calon akan berlangsung pada 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya