Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jangan Sampai Pemerintah Terjebak Pada Isu Populis Sementara Prioritas Ditinggal

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 11:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rantai bisnis global menjadi masalah kekinian yang harus segera dipecahkan. Dimana menyebabkan ketimpangan sosial terjadi di tengah tengah masyarakat.

"Arus kapital dunia didominasi oleh Taipan dan Yahudi. Di Indonesia hanya 20 persen peredaran uang yang dinikmati masyarakat bawah," ungkap Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M. Rusdi di sela diskusi dengan Pengurus Pusat KAMMI, Jumat (7/10).

Masyarakat menengah kebawah, kata dia, seperti UMKM, PNS, buruh dan segmen masyarakat miskin lainya tidak menikmati pertumbuhan ekonomi.


Menyikapi permasalahan tersebut, Rusdi menjelaskan bahwa kekuatan buruh mesti dikonsolidasikan. Sebab tanpa ini, akan sulit untuk mewujudkan cita cita perjuangan bersama.

Sementara itu, Ketua Departemen Riset PP KAMMI Ade Irma Setia Negara menyerukan agar pemerintah segera mencari akar dari permasalahan yang ada. Jangan sampai pemerintah hanya terjebak pada isu-isu populis dan tidak tahu apa yang harus diselesaikan.

"Kita mesti menelaah mana isu prioritas dan isu bukan prioritas, salah satunya dengan fokus membantu pengusaha kecil lokal dan upaya meningkatkan kesejahteraan buruh" katanya menegaskan.

"Pengusaha kecil tak boleh dilupakan. Mereka mesti juga didorong agar menjadi besar dan juga sejahtera," lanjutnya mengingatkan.

Oleh karena itu, menurut Ade, KAMMI akan turut hadir mendorong pemerintah agar tak semata pro pada pengusaha besar. hal ini menjadi penting, agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

"Keadilan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia bukan untuk segelintir orang, oleh karena itu pertumbuhan ekonomi harus dinikmati setiap orang. Jangan sampai fakta bahwa 80 persen peredaran uang hanya dinikmati degelintir pengusaha kakap terus berlanjut," tegasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya