Berita

Foto/Net

Nusantara

Perahu Tenggelam Di Bengawan Solo, 18 Santri Selamat Dan 7 Masih Hilang

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 09:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebanyak 25 orang santri Langitan yang akan pergi Pasar Babat tenggelam di Sungai Bengawan Solo di perbatasan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/10), pukul 09.00 Wib.

"Diperkirakan perahu kelebihan muatan sehingga miring kemudiam tenggelan di Bengawan Solo," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (8/10).

Berdasarkan informasi dari Polsek Babat dan laporan dari BPBD setempat, dari 25 orang santri yang tenggelam, 18 orang santri selamat, sedangkan 7 orang santri belum berhasil ditemukan.


"Hingga Jumat malam tim SAR gabungan belum berhasil menemukan 7 santri yang hilang tersebut," terang Sutopo.

Daftar 18 santri yang selamat adalah: M. Solihul Widad (13 tahun); M. Mu'zi AL Athiq (18); Ahmad Iqbal (20); A. Nu'man Al Murtadlo (20); A. Ali Sibro Mulisi (12); Khabib Abdurozaq (13); Syamsud Duha (23); M. Imam Bukhori (18); Abu Bakar (20); A. Rofiqi Yusuf (19); Abdurohman (18); M. Khoirul Anam (20); M. Murtadlo (19); Tondi Marpaung (14); Faisal Tanjung (17); Awaludin (15); Ilzam Fatoni (19); dan Ahmad Umar (12).

Sedangkan 7 orang santri yang belum ditemukan: Abdullah Umar (15) asal Kec. Bedilan, Kab. Gresik; M. Barikli Amri (12), Kec. Manyar, Kab. Gresik; M. Lujaini Dani (13), Kec. Manyar, Kab. Lamongan; Muksin (16), Kec. Tambaksari, Kota Surabaya; Rizki Nur Habib (15), Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara; M. Arif Mambruri (18), Kec. Sumberejo, Kab. Bojonegoro; dan M. Afiq Fadhil (19), Kec. Bulukamba, Kab. Brebes.

Jelas Sutopo, upaya pencarian korban terus dilakukan. Basarnas mengerahkan dia tim rescue untuk melaksanakan kegiatan operasi SAR di Bengawan Solo, Widang Tuban dan satu tim rescue guna kegiatan operasi SAR di Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

BPBD Kabupaten Lamongan berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan Babat sedangkan BPBD kabupate Tuban melakukan koordinasi dengan warga setempat.

"Kendala di lapangan adalah debit Bengawan Solo yang cukup besar karena debit dari hulu makin besar. Kondisi air sungai berwarna coklat dan berarus cukup kencang. Hujan juga sering turun sehingga menyulitkan pencarian korban," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya