Berita

Ahok-Djarot/Net

Politik

Tak Mustahil Ahok-Djarot Akan Selesai Di Putaran Pertama

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 04:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ketentuan Pasal 11 UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mensyaratkan keterpilihan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur harus memperoleh suara lebih dari 50 persen menyebabkan Pilkada DKI Jakarta 2017 berpotensi akan berlangsung dalam dua putaran.

Kalau jumlah dan komposisi peserta Pilkada yang ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2016 tidak mengalami perubahan, yaitu tetap diikuti oleh pasangan Ahok-Djarot, Anies-Sandi, dan Agus-Sylvi, lalu pada hari pemungutan suara 15 Februari 2017 mendatang raihan suara masing-masing pasangan seperti hasil survei yang dirilis terakhir oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Polmark Research Center (PRC), maka sudah pasti Pilkada berlangsung dua putaran.

"Pertanyaannya, pasangan manakah yang akan tersingkir di putaran pertama? mungkinkah itu pasangan petahana? Kalau membaca hasil survei PRC, misalnya, memang tidak mustahil pasangan petahana yang kelak akan duduk sebagai penonton di putaran kedua," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 8/10).


Dalam surveinya PRC, lanjut Said, sebanyak 31,9 persen responden atau pemilih Ahok-Djarot, ternyata hanya 23,2 persen saja dari mereka yang menyatakan sudah mantap akan memilih pasangan petahana. Apabila data itu dibaca secara a contrario, maka itu artinya ada 8,7 persen pemilih petahana yang belum mantap untuk memilih pasangan tersebut alias masih mungkin pindah ke "lain hati."

Tidak hanya itu, sambungnya, elektabilitas Ahok-Djarot dari kalangan pemilih konsisten juga masih bermasalah. Pada Juli 2016, pemilih yang mengaku sudah mantap memilih Ahok-Djarot tercatat 28,7 persen. Tetapi ketika dilakukan survei kembali pada awal Oktober, jumlah pemilih konsisten petahana menyusut 5,5 persen. Hal ini menggambarkan pemilih konsisten pun ternyata masih sangat labil.

Dengan tipe pemilih yang masih mungkin pindah ‘ke lain hati’ dan pemilih kategori labil maka tentu akan sangat berat bagi petahana jika hanya mengandalkan 23,2 persen pemilih konsisten yang tersisa untuk masuk ke putaran kedua. Apalagi yang disebut dengan pemilih konsisten pun ternyata masih bisa berubah.

"Oleh sebab itu ada kemungkinan pasangan Ahok-Djarot pada akhirnya nanti akan selesai di putaran pertama, sehingga yang akan berhadapan di putaran kedua adalah pasangan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi," jelas Said. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya