Berita

Politik

Tokoh Reformasi Harus Duduk Bersama Kembalikan Naskah Asli UUD 1945

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 03:26 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kordinator Gerakan Cinta Tanah Air, Syamsuddin Anggir Monde bakal menjadi inisiator dalam membangun dialog dengan tokoh-tokoh Reformasi terkait carut marut amandemen konstiusi UUD 1945.

Menurut Syamsuddin, produk amandemen UUD 1945 yang dirancang oleh MPR pada tahun 1999-2004 semakin jauh dari dasar idiologi Pancasila. Hal ini, lanjut Syamsuddin semakin penting lantaran keadaan politik di Indonesia sekarang ini lebih condong menguntungkan para pemilik modal diluar Indonesia.

"Mereka berkuasa memainkan trik-tirk untuk mengubah isu politik. Kita sesama anak bangsa, saling cakar-cakaran karena politik praktis yang sifatnya transaksional," ujarnya dalam diskusi bertajuk Amandemen ke-5 atau kembali kepada UUD 45 asli di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (7/10).


Syamsuddin menambahkan Amandemen UUD 1945 merupakan permainan dari kepentingan asing yang masuk melalui konstitusi. Untuk itu jugalah, dirinya ingin menggandeng tokoh reformasi seperti Amien Rais dan Kwik Kian Gie untuk berembuk bersama dalam mendorong diberlakukannya naskah asli UUD 1945.

"Amandemen merupakan skandal dan bentuk penghianatan terhadap negara. Karena itu kita jangan menciderai bangsa sendiri. Sebab, Falsafah bangsa itu penting untuk sebuah masyarakat yang modern," ujarnya

Lebih jauh, Syamsuddin berharap Presiden Joko Widodo ikut serta mengembalikan UUD 1945 dengan mengeluarkan dekrit.
Sebab menurutnya sudah saatnya pemimpin negara ini mengkaji kembali dasar falsafah negara Indonesia.

"Yang sekarang kita butuhkan bukan hanya kerja keras tetapi kerja cerdas. Kita jangan terlena, karena situasi dunia sekarang sedang bergejolak," tuturnya. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya