Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Didesak Keluarkan Dekrit Kembali Ke UUD 1945 Asli

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 20:50 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Angkatan Muda Samudra Raya (Amara) Herfan Nurmansa mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembalikan MPR RI menjadi lembaga tertinggi seperti yang tertuang dalam naskah asli UUD 1945.

Menurutnya, produk amandemen UUD sekarang telah menghasilkan kekacauan konstitusi negara. Terlebih, demokrasi kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin tidak lagi berdasarkan hikmat permusyawaratan dan perwakilan melainkan lebih condong kepada transaksional.

Demokrasi sekarang ini lebih berdasarkan liberalisme yang mengandalkan kekuatan materi dan  pragmatisme kekuasaan. Hal itu juga yang memunculkan faksi-faksi dan menihilkan Bhinneka Tunggal Ika.


"Ini menyebabkan check dan balances kepada pemerintah tidak berjalan dengan baik," ujar Herfan dalam diskusi bertajuk 'Amandemen ke-5 atau kembali kepada UUD 45 Asli' di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta, Jumat (7/10).

Lebih lanjut, dia menilai, sejak amandemen dari waktu ke waktu pemerintah belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Terlebih, setahun berjalannya pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla kesulitan memenuhi janji-janji saat kampannye. Menurut Herfan, pemerintahan sekarang bahkan mengalami penurunan tajam akibat penerapan sistem ekonomi neoliberal yang tetap berlanjut.

"Globalisasi tidak bisa mensejahterakan ekonomi Indonesia sesuai mandat Pembukaan UUD 1945, melainkan mengembangkan secara liar sistem pasar bebas ala neo klasik," bebernya.

Sejurus dengan itu, Koordinator Gerakan Cinta Tanah Air Syamsuddin Anggir Monde menambahkan bahwa falsafah bangsa harus dikembalikan sesuai dengan naskah asli UUD 1945. Menurutnya, Pancasila tidak mengenal kapitalisme melainkan musyawarah mufakat.

"Tokoh-tokoh reformasi, Pak Amin Rais dan sebagainya agar duduk bersama secara harmonis dan penuh dengan nuansa kekeluargaan untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut konsitusi negara sangat penting demi keselamatan bangsa kita," jelas Syamsuddin. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya